

Bandung – Persib Bandung resmi dinobatkan sebagai juara Super League musim 2025/2026. Kepastian gelar juara ini diraih setelah tim berjuluk Maung Bandung tersebut bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas musim yang berlangsung Sabtu (23/5).
Meski hanya bermain imbang, Persib sukses mengunci posisi puncak klasemen dengan mengumpulkan 79 poin dari 34 pertandingan. Perolehan poin tersebut sebenarnya sama dengan yang dikumpulkan oleh Borneo FC, yang pada saat bersamaan menang telak 7-1 atas Malut United.
Persib berhak menyandang gelar juara berkat keunggulan head-to-head atas Borneo FC. Berdasarkan regulasi Super League, kriteria penentuan peringkat saat terjadi kesamaan poin lebih mengutamakan hasil pertemuan langsung dibandingkan selisih gol.
Secara statistik selisih gol, Borneo FC sebenarnya lebih unggul dengan catatan +43, sementara Persib memiliki selisih gol +39. Namun, aturan kompetisi menempatkan rekam jejak pertemuan kedua tim sebagai penentu utama.
Sepanjang musim ini, Persib tampil dominan saat berhadapan dengan Borneo FC. Persib mencatatkan kemenangan 3-1 pada putaran pertama di Bandung dan menahan imbang Borneo FC 1-1 pada laga tandang di markas lawan. Kemenangan ini sekaligus mencatatkan sejarah bagi Persib yang berhasil meraih hattrick atau tiga gelar juara liga secara berturut-turut.
Nasib serupa terkait aturan head-to-head juga dialami oleh Persis Solo yang harus terdegradasi ke Liga 2. Persis mengakhiri musim dengan 34 poin, jumlah yang sama dengan PSM Makassar.
Namun, Persis harus turun kasta karena kalah dalam head-to-head dari PSM Makassar. Dalam dua pertemuan musim ini, PSM menang 4-3 atas Persis di putaran pertama, sementara laga kedua di Makassar berakhir imbang 1-1.
Berikut adalah urutan regulasi klasifikasi klasemen Super League:
1) Poin
2) Poin head-to-head
3) Selisih gol head-to-head
4) Gol head-to-head yang dicetak
5) Selisih gol
6) Gol yang dicetak
7) Poin fair play