PT SMI Kucurkan Rp125 Miliar Danai Proyek PLTS Greenroof Energi

Jakarta – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan fasilitas kredit investasi senilai maksimal Rp 125 miliar kepada PT Greenroof Energy Indonesia (GREI) atau CN Greenroof Asia. Kerja sama ini resmi ditandatangani di kantor PT SMI pada Jumat, 22 Mei 2026.

Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani, menyatakan bahwa pembiayaan tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendukung percepatan transisi energi nasional sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan hijau di Indonesia.

Pembiayaan Berkelanjutan

Menurut Sylvi, PT SMI terus konsisten mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk refinancing pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik GREI yang telah beroperasi.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi surya di sektor komersial dan industri, sehingga membantu pemerintah mencapai target pengurangan emisi karbon.

Langkah Strategis GREI

Direktur GREI, Eduardus Pandik, menyambut positif dukungan pendanaan ini. Ia menilai suntikan modal tersebut menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk terus memperluas jangkauan pengembangan PLTS di tanah air.

Sebagai perusahaan penyedia solusi energi surya dan penyimpanan energi, GREI menawarkan skema pembiayaan jangka panjang tanpa investasi awal bagi pelanggan. Dalam model bisnis ini, seluruh biaya investasi, instalasi, operasional, hingga pemeliharaan PLTS ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.

Target Ekspansi Regional

GREI sendiri berada di bawah naungan CN Green Roof Asia Pte. Ltd., perusahaan patungan antara Climate Fund Managers melalui Climate Investor One (CI1) dan Norfund. Perusahaan ini berfokus pada investasi, konstruksi, dan operasi proyek energi surya di Indonesia, Vietnam, serta Filipina.

Secara regional, CN Green Roof Asia menargetkan ekspansi kapasitas energi surya dari 110 megawatt menjadi 500 megawatt dalam lima tahun ke depan.

Langkah ini juga sekaligus mempertegas peran PT SMI sebagai pengelola platform Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform Manager dalam memfasilitasi pembiayaan proyek transisi energi dan pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Rekomendasi