Climate Group Nilai Indonesia Berpeluang Percepat Transisi Energi Terbarukan

Singapura – Director of Energy at Climate Group, Sam Kimmins, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengakselerasi transisi energi terbarukan melalui inisiatif RE100. Meski demikian, sejumlah hambatan regulasi dinilai masih menyulitkan sektor korporasi untuk mengakses listrik hijau secara langsung.

Kimmins mengungkapkan, saat ini terdapat 133 anggota internasional Climate Group yang beroperasi di Indonesia. Pihaknya sedang mengupayakan agar lebih banyak perusahaan lokal bergabung dalam kampanye RE100, yaitu komitmen global perusahaan untuk menggunakan 100 persen listrik dari energi terbarukan.

Dalam menjalankan misinya, Climate Group bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR). Kemitraan ini bertujuan untuk menjembatani komunikasi dengan pemerintah serta memahami lanskap kebijakan energi di Indonesia. Menurut Kimmins, pemerintah Indonesia saat ini telah menunjukkan keterbukaan dalam pembahasan pengembangan energi terbarukan maupun mekanisme investasi hijau.

Salah satu tantangan krusial yang disorot adalah belum adanya mekanisme yang memungkinkan produsen energi terbarukan independen menjual listrik secara langsung kepada perusahaan melalui jaringan PLN. Skema seperti power purchase agreement (PPA) dianggap vital untuk menekan harga listrik hijau sekaligus menarik minat pembiayaan swasta bagi proyek-proyek energi bersih.

Kimmins menjelaskan, pihaknya terus berdiskusi dengan pemerintah terkait skema pemakaian bersama jaringan listrik. Mekanisme ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak; PLN tetap mendapatkan pendapatan dari jasa transmisi, sementara pengembang mendapatkan kepastian pasar.

Selain masalah akses jaringan, Kimmins menyoroti kebijakan subsidi energi fosil di Indonesia. Subsidi tersebut dinilai menciptakan distorsi pasar karena membuat harga energi konvensional tampak lebih murah, sehingga menghambat daya saing energi terbarukan.

Climate Group menegaskan tidak mendorong pemberian subsidi baru bagi energi terbarukan. Sebaliknya, organisasi ini menekankan pentingnya pembukaan akses pasar agar energi bersih dapat bersaing secara alami dan sehat. Kimmins optimistis pasar energi Indonesia akan jauh lebih kompetitif apabila hambatan regulasi tersebut dapat segera dikurangi.

Rekomendasi