

Jakarta – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) saat ini masih mengkaji rencana penyesuaian suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.
Presiden Direktur KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyatakan bahwa penyesuaian suku bunga kredit, khususnya untuk skema floating rate, akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya mempertimbangkan kondisi likuiditas dan biaya dana atau cost of fund (CoF) dalam pengambilan keputusan tersebut.
Menurut Kunardy, suku bunga KPR floating di KB Bank mengacu pada Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) ditambah margin yang telah disepakati dalam perjanjian kredit debitur.
Perubahan BI Rate pada prinsipnya dapat memengaruhi SBDK dan skema floating rate. Saat ini KB Bank masih melakukan kajian dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas, cost of fund, dan kondisi pasar secara keseluruhan, ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dampak kenaikan suku bunga acuan umumnya akan lebih cepat terasa pada sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), seperti deposito, sebelum akhirnya ditransmisikan ke bunga kredit.
Untuk debitur dengan skema floating rate, penyesuaian bunga akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan mengacu pada POJK Nomor 22 Tahun 2023. Aturan tersebut mewajibkan bank memberikan pemberitahuan kepada debitur paling lambat 30 hari sebelum perubahan bunga diberlakukan.
Kunardy memastikan debitur existing yang masih berada dalam periode fixed rate atau honeymoon period tidak akan terdampak langsung oleh kenaikan bunga ini. Nasabah akan tetap menikmati suku bunga sesuai periode fixed yang telah disepakati sebelumnya.
Namun, saat debitur memasuki periode floating, bunga kredit akan mengikuti SBDK yang berlaku pada saat itu. Skema ini memungkinkan penyesuaian suku bunga mengikuti kondisi pasar yang berlaku, tambahnya.
KB Bank mengakui kenaikan suku bunga berpotensi memengaruhi pertumbuhan penyaluran KPR dan kualitas kredit ke depan. Hal ini dikarenakan masyarakat cenderung lebih selektif dalam mengambil pembiayaan jangka panjang di tengah tren bunga tinggi.
Meski demikian, perseroan tetap optimistis menjaga kualitas portofolio kredit melalui prinsip kehati-hatian. Untuk mengantisipasi risiko, KB Bank menyediakan berbagai pilihan produk KPR melalui Star Mortgage, mulai dari fixed to floating, fixed sepanjang tenor, hingga fixed berjenjang.
Variasi produk ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk memilih skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya, kata Kunardy.
Pada 2026, KB Bank menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR di level double digit seiring transformasi bisnis yang terus dilakukan. Saat ini, KB Bank tercatat sebagai salah satu dari 10 bank penyalur KPR terbesar di Indonesia dengan kualitas aset yang tetap terjaga sesuai target perusahaan.