Menaker Yassierli Paparkan Langkah Prabowo Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

Jenewa – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan dalam Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss.

Di hadapan forum tersebut, Yassierli menegaskan pekerja harus tetap memiliki keterampilan, peluang kerja, dan pelindungan yang layak di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta perubahan dunia kerja yang cepat.

“Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat pelindungan pekerja agar masyarakat tetap memiliki masa depan kerja yang layak,” kata Yassierli, Selasa (8/6/2026).

Menurut dia, perubahan dunia kerja sudah memengaruhi cara orang bekerja, mencari pekerjaan, dan bertahan di pasar kerja. Anak muda membutuhkan pengalaman kerja, lulusan sekolah membutuhkan pelatihan yang relevan, sementara pekerja di sektor digital dan sektor berisiko memerlukan pelindungan yang lebih kuat.

Yassierli menyampaikan bahwa di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan keterampilan tenaga kerja masa depan menjadi prioritas nasional. Salah satunya melalui Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan dengan dukungan uang saku dari pemerintah.

Program Pemagangan Nasional telah menjangkau 100.000 peserta pada tahun lalu dan ditargetkan meningkat menjadi 150.000 peserta pada tahun ini. Pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300.000 peserta.

“Program-program ini juga memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan, penguatan keterampilan harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja. Sejumlah program strategis Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Food Estate, dan proyek hilirisasi, disebut sebagai bagian dari agenda penciptaan jutaan lapangan kerja baru.

Program-program itu, kata Yassierli, penting karena masa depan kerja tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan pekerja untuk memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, akses terhadap pekerjaan yang layak, serta pelindungan dalam pola kerja baru.

Selain keterampilan dan penciptaan kerja, Indonesia juga menempatkan pelindungan pekerja sebagai bagian penting dari agenda kerja layak. Yassierli menyampaikan instrumen ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan sebagai komitmen Indonesia terhadap kerja layak, kesehatan, dan keselamatan pekerja, termasuk awak kapal perikanan.

Indonesia juga mencatat kemajuan dalam penyusunan kebijakan nasional bagi pekerja platform digital. Yassierli menegaskan pelindungan dan kesejahteraan pekerja platform menjadi bagian penting dari respons Indonesia terhadap perkembangan ekonomi digital dan perubahan pola kerja.

Komitmen itu diperkuat melalui dialog sosial. Pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja terus terlibat melalui Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional dalam pembentukan regulasi serta inisiatif bersama di bidang produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pelatihan vokasi.

Yassierli juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan ILO dan mitra internasional, termasuk dalam pengembangan kurikulum pelatihan vokasi, pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta penguatan bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja dan kelompok yang berisiko tertinggal.

Dalam konteks kerja layak dan keadilan sosial global, Yassierli menegaskan kembali solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina. Indonesia terus mendukung ILO Emergency Response Programme untuk memulihkan pekerjaan, mata pencaharian, dan kelembagaan ketenagakerjaan di wilayah Arab yang diduduki.

“Indonesia siap bekerja sama dengan ILO dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kerja layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Bersama-sama, kita membangun masa depan kerja yang menghormati martabat pekerja,” ujar Yassierli.

Rekomendasi