

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/6). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka di level Rp 18.127 per dolar AS.
Hingga pukul 09.47 WIB, rupiah berada di posisi Rp 18.172 per dolar AS. Meski melemah dari posisi pembukaan, angka tersebut menunjukkan penguatan sebesar 0,08 persen atau 14 poin dibandingkan level penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp 18.188 per dolar AS.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah memiliki potensi untuk menguat hari ini seiring dengan membaiknya sentimen pasar global. Menurutnya, penguatan ini didorong oleh penurunan harga minyak dunia serta pulihnya minat investor terhadap aset berisiko.
Lukman menjelaskan bahwa meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi katalis positif bagi pasar.
“Iran dan Israel untuk sementara waktu menghentikan penyerangan sehingga sentimen risiko kembali pulih,” ujar Lukman.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat terhadap dolar AS. Namun, Lukman mengingatkan bahwa penguatan mata uang nasional diperkirakan masih terbatas.
Hal ini terjadi karena pelaku pasar masih mencermati sentimen domestik yang dinilai belum sepenuhnya kondusif. Secara keseluruhan, Lukman memprediksi rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 18.100 hingga Rp 18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.