

Jakarta – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tak lagi terbatas pada dunia kerja, pendidikan, dan kebutuhan produktivitas. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ini juga mulai merambah aktivitas sosial dan hiburan dengan menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif bagi penggunanya.
Perkembangan itu menunjukkan AI mulai dimanfaatkan sebagai alat untuk mempermudah interaksi antarmanusia. Jika sebelumnya teknologi identik dengan otomatisasi pekerjaan, kini sejumlah pengembang mengeksplorasi bagaimana AI dapat membantu orang bertemu, berkenalan, hingga membangun komunikasi dalam berbagai kegiatan.
Fenomena tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi digital terus berkembang mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat. Berbagai konsep berbasis AI kini tak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman baru yang lebih personal dalam aktivitas sehari-hari.
Perkembangan AI disebut tidak semestinya hanya difokuskan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman baru yang lebih dekat dengan masyarakat.
Selama ini banyak bisnis AI berfokus pada tools dan produktivitas. Namun, AI juga dinilai bisa menghadirkan pengalaman hiburan yang menyenangkan tanpa membuat orang harus memahami teknologinya terlebih dahulu. AI juga dipandang memiliki peluang besar berkembang tidak hanya sebagai software, tetapi juga sebagai experience dan entertainment. Hal itu diutarakan Tommy Teja, Co-Founder Aico, saat memperkenalkan HoWePlay, aplikasi party berbasis AI.
Kehadiran AI juga disebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan sosial, bukan menggantikan interaksi langsung antarmanusia. Banyak orang melihat AI sebagai teknologi yang membuat manusia semakin sering berinteraksi dengan mesin. Namun, AI dipercaya bisa mempererat hubungan antarmanusia, bukan menggantikannya, kata Co-Founder lainnya, Reynaldi Francois.
Melalui aplikasi yang diuji coba dalam sebuah acara di salah satu venue milik Holywings, peserta hanya perlu memindai QR Code, mengisi data kelahiran seperti tahun, bulan, hari, dan jam lahir. Sistem AI lalu menganalisisnya menggunakan pendekatan BaZi atau astrologi Tiongkok untuk memberikan rekomendasi tingkat kecocokan. Hasil pencocokan langsung muncul di ponsel peserta, sementara pasangan dengan tingkat kecocokan tertinggi juga ditampilkan pada layar utama acara.