

Guangxi – Badai hebat disertai banjir bandang melanda wilayah Guangxi, China, hingga melumpuhkan pasokan listrik dan jaringan komunikasi. Di tengah kondisi darurat itu, warga memanfaatkan mobil listrik dan mobil hybrid sebagai sumber listrik darurat.
Kendaraan New Energy Vehicle (NEV) pun berubah menjadi “stasiun pengisian daya berjalan”. Puluhan warga terlihat mengantre di sekitar mobil listrik untuk mengisi daya ponsel agar tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga maupun tim penyelamat.
Solusi tersebut dimungkinkan berkat fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang kini mulai banyak tersedia pada mobil listrik, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), maupun Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Secara teknis, kendaraan modern sudah dibekali bi-directional on-board charger (OBC) atau pengisi daya dua arah. Saat baterai diisi, perangkat ini mengubah arus bolak-balik atau AC dari stasiun pengisian menjadi arus searah atau DC yang disimpan di baterai kendaraan.
Namun saat fitur V2L diaktifkan, prosesnya bekerja terbalik. Sistem mengubah arus DC yang tersimpan di baterai menjadi arus AC sehingga dapat digunakan menyalakan berbagai perangkat elektronik melalui soket listrik pada mobil.