

Jakarta – Moussa Sidibe tampil gemilang bersama Bhayangkara FC, sukses mengangkat timnya hingga menembus posisi empat besar Super League. Performa impresif ini ia tunjukkan setelah sebelumnya hanya menjadi pemain pinggiran di raksasa Liga Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT).
Winger asal Mali berusia 31 tahun ini menjadi motor serangan The Guardian, julukan Bhayangkara FC, sejak bergabung pada Januari lalu. Dalam 11 pertandingan, Sidibe telah membukukan 10 gol dan 6 asis, dengan rataan hampir satu gol per pertandingan. Kontribusi terbarunya terlihat saat Bhayangkara menundukkan PSIM Jogja 2-1 pada Jumat (17/4/2026), di mana ia menyumbang satu asis untuk Noah Sadiki dan mencetak satu gol sundulan.
Peruntungan Sidibe sangat berbeda pada paruh pertama musim 2025/26. Berseragam Johor Darul Ta’zim, tim jawara 12 musim Liga Malaysia yang bermain di AFC Champions League Elite, ia kesulitan mendapatkan tempat di tim utama. Tercatat, ia hanya tampil lima kali di seluruh kompetisi bersama JDT yang berstandar top Asia tersebut.
Merasa hanya menjadi pemain pinggiran di klub terbaik Malaysia, mantan punggawa Ponferradina dan Ibiza itu memutuskan kembali ke Liga Indonesia. Kali ini, ia berlabuh di Bhayangkara FC, klub milik Kepolisian RI. Di bawah asuhan pelatih Paul Munster, Sidibe kembali menemukan sentuhan terbaiknya setelah dipercaya sebagai starter reguler.
Kehadiran Sidibe terbukti membawa Bhayangkara FC melesat di klasemen, kini mendekati zona Asia di dua besar. Jika peringkat empat Super League mendapatkan tiket ASEAN Club Championship, Bhayangkara patut berterima kasih pada Sidibe sebagai motor tim. COO Bhayangkara FC, Sumardji, menegaskan komitmen klub terhadap sang pemain. “Sudah kami urus untuk Moussa Sidibe. Tentu saja akan kami permanenkan,” ujar Sumardji.
Dengan performa yang begitu perkasa sejak diperkuat Sidibe, banyak pihak bertanya-tanya potensi Bhayangkara FC jika sang pemain bergabung sejak awal musim depan. Sebelumnya, Sidibe juga pernah dua musim memperkuat Persis Solo di Liga Indonesia.