

Gresik – Pelatih timnas U-17 Malaysia, Muhammad Shukor bin Adan, mengungkapkan pendekatan psikologis menjadi kunci utama kebangkitan timnya hingga sukses mengalahkan Timnas U-17 Indonesia. Skuad Harimau Malaya muda berhasil menundukkan Garuda Asia dengan skor 1-0 pada matchday kedua Grup A ASEAN Championship U-17 2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Kamis malam WIB, menjadi krusial bagi Malaysia. Kemenangan ini secara dramatis menghidupkan kembali peluang mereka untuk lolos ke babak semifinal, setelah di laga perdana sebelumnya mereka dilibas Vietnam 0-4.
Shukor Adan mengakui bahwa kondisi psikologis para pemainnya sempat terpuruk usai kekalahan telak tersebut. Namun, ia bersama staf pelatih fokus membangun mentalitas tim yang mayoritas baru pertama kali bermain di luar negeri.
“Sejujurnya, ini pertama kalinya mereka bermain di luar negara (Malaysia) dan di hadapan pendukung Indonesia yang luar biasa setelah kalah dari Vietnam,” kata Shukor dalam konferensi pers. “Apa yang kami (staf pelatih) lakukan hanyalah memberikan pendekatan dari sisi psikologi. Untuk anak-anak usia 16 tahun, setelah kekalahan besar, tekanan itu pasti datang.”
Ia menambahkan, “Saya beri kredit kepada staf kepelatihan saya yang senantiasa berinteraksi dengan pemain. Saya katakan, ‘Ini sepak bola, ini adalah turnamen normal, kalian harus menghadapi hal seperti ini.’ Alhamdulillah, malam ini mereka membuktikan mental mereka sangat kuat dan mereka memperjuangkan apa yang mereka inginkan di pertandingan ini.”
Pertandingan melawan timnas U-17 Indonesia ini memang diperlakukan Shukor Adan sebagai “final” bagi anak asuhnya. Jika kalah, peluang mereka untuk melaju di turnamen ini akan tertutup.
“Sebenarnya saya sudah katakan kepada pemain bahwa hari ini adalah ‘final’ bagi kalian. Jika kalah, kita pulang tanggal 20. Tapi jika menang hari ini, Allah berikan satu lagi peluang pada tanggal 19 nanti,” ujarnya. “Jadi mereka menyahut tantangan saya, mereka berjuang untuk negara, dan membuktikan di lapangan dengan disiplin yang tinggi.”
Gol tunggal kemenangan Malaysia dicetak oleh Fareez Danial pada menit ke-33. Setelah unggul, para pemain Malaysia tampil militan untuk mempertahankan keunggulan tersebut hingga peluit akhir berbunyi.
“Seperti yang saya katakan tadi, bagaimana pemain-pemain saya berkomitmen tinggi di babak kedua untuk mempertahankan keunggulan 1-0,” kata Shukor. “Saya berpesan kepada mereka untuk hati-hati karena Indonesia akan menyerang total. Yang paling penting adalah disiplin bertahan.”
“Dan sejauh 45 menit babak kedua, meskipun kita bertahan, kita juga menciptakan peluang lewat serangan balik dan hampir mencetak gol tambahan. Pemain memiliki semangat juang yang tinggi untuk bertahan dan mematahkan semangat menyerang Indonesia,” imbuhnya.
Muhammad Shukor bin Adan adalah pelatih kepala timnas U-17 Malaysia yang ditunjuk oleh Ong Kim Swee, Direktur Teknik National Football Development Programme of Malaysia (NFDP). Sebagai pemain, Shukor pernah merasakan tangan dingin Bojan Hodak saat melatih Kuala Lumpur City pada periode 2020-2021. Menariknya, skuad Malaysia di ASEAN Championship 2026 ini diperkuat oleh pemain U-16 atau kelahiran 2010, setahun lebih muda dari regulasi turnamen yang mensyaratkan pemain kelahiran 2009.