

Jakarta – Mobil yang tiba-tiba sulit dinyalakan kerap membuat pemilik langsung mengira aki sudah soak. Padahal, penyebabnya tidak selalu berasal dari aki. Salah satu komponen yang juga berperan penting dalam proses menghidupkan mesin adalah dinamo starter.
Komponen ini berfungsi memutar mesin untuk pertama kali saat kunci kontak diputar atau tombol engine start ditekan.
Saat dinamo starter mulai mengalami penurunan performa atau kerusakan, mobil bisa sulit dihidupkan hingga akhirnya mogok total.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu mengenali gejala awal kerusakan dinamo starter sebelum masalah bertambah parah dan biaya perbaikan membengkak.
Mengutip laman resmi Chery Indonesia, berikut tanda dinamo starter mobil mulai bermasalah yang perlu diwaspadai.
Salah satu gejala paling umum adalah mesin terasa berat saat distarter atau baru hidup setelah beberapa kali percobaan. Menariknya, kondisi ini biasanya tidak terjadi ketika mesin masih dingin pada pagi hari.
Sebaliknya, masalah lebih sering muncul setelah mobil digunakan dalam perjalanan cukup jauh sehingga suhu mesin meningkat.
Penyebabnya adalah kumparan di dalam dinamo starter mulai melemah sehingga arus listrik tidak lagi cukup kuat untuk memutar motor starter saat temperatur tinggi.
Tanda berikutnya adalah muncul suara cetak-cetek ketika kunci kontak diputar. Bunyi tersebut berasal dari solenoid starter yang berusaha mendorong pinion gear menuju flywheel, tetapi motor starter gagal memutarnya.
Perhatikan karakter bunyinya karena dapat membantu mengidentifikasi sumber masalah.
Bunyi cepat dan berulang umumnya menandakan aki mulai tekor. Solusi sementara yang dapat dilakukan adalah melakukan jumper aki.
Sementara itu, bunyi yang hanya sekali setiap starter ditekan biasanya mengindikasikan carbon brush dinamo starter sudah habis atau switch solenoid kotor. Kondisi ini memerlukan servis dinamo starter agar kembali berfungsi normal.