Erick Thohir Ungkap Alasan Banyak Negara Berebut Tuan Rumah ASEAN Cup

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, mengungkapkan perkembangan terkini mengenai upaya Indonesia untuk menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini menjadi sorotan utama karena menandai sejarah baru, yakni keterlibatan langsung FIFA dalam menyelenggarakan kompetisi di tingkat regional Asia Tenggara.

Erick Thohir menjelaskan bahwa saat ini Indonesia tengah bersaing ketat dengan sejumlah negara ASEAN lainnya yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah. Meskipun persaingan tergolong sengit, pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusan tinggi dalam memenangkan hak penyelenggaraan ajang bergengsi tersebut.

Menurut Erick, daya tarik FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar pada gengsi turnamen, melainkan pada dukungan finansial masif yang diberikan oleh FIFA. Dalam skema penyelenggaraan ini, FIFA berkomitmen menanggung hampir seluruh biaya operasional tim peserta, termasuk akomodasi hotel, transportasi udara, hingga hadiah bagi pemenang. Hal ini menjadikan turnamen tersebut sangat diminati oleh banyak negara karena beban finansial yang ditanggung oleh negara tuan rumah menjadi jauh lebih ringan.

Langkah FIFA ini diyakini sebagai strategi untuk mempercepat peningkatan kualitas sepak bola di kawasan Asia. FIFA ingin mengejar ketertinggalan standar permainan negara-negara Asia dibandingkan dengan negara-negara di benua Eropa dan Afrika. Model kompetisi serupa sebelumnya telah terbukti sukses melalui penyelenggaraan FIFA Arab Cup, yang kini menjadi acuan bagi pengembangan turnamen di kawasan ASEAN.

Dukungan terhadap pencalonan Indonesia pun datang langsung dari tingkat tertinggi pemerintahan. Erick Thohir menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan komitmen penuh untuk menyukseskan rencana ini. Dalam pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo menyatakan kesiapannya untuk menandatangani dokumen-dokumen penting yang diperlukan agar proses negosiasi dengan FIFA berjalan lancar dan mencapai kesepakatan akhir.

Jika Indonesia nantinya terpilih sebagai tuan rumah, Erick memastikan bahwa pemerintah akan langsung melakukan sinergi lintas kementerian. Koordinasi ini akan melibatkan Kementerian Kesehatan terkait standar medis, aparat keamanan untuk menjamin jalannya turnamen, hingga Kementerian Keuangan yang akan menangani persoalan logistik dan perpajakan peralatan pertandingan yang harus memenuhi standar FIFA.

Secara teknis, turnamen ini direncanakan akan berlangsung pada bulan September dan Oktober. Mengenai lokasi pertandingan, Erick menyatakan bahwa Jakarta menjadi prioritas utama apabila format turnamen nantinya diikuti oleh delapan tim peserta. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) diproyeksikan menjadi venue utama dalam perhelatan tersebut.

Kendati demikian, tantangan teknis masih perlu diselesaikan, terutama terkait kesiapan infrastruktur pendukung. Pihak PSSI saat ini tengah melakukan inventarisasi dan kalkulasi terhadap ketersediaan lapangan latihan yang memenuhi standar ketat FIFA. Kualitas rumput lapangan menjadi perhatian khusus, mengingat standar yang ditetapkan FIFA sangat tinggi, serupa dengan apa yang diterapkan pada ajang Piala Dunia.

Erick menyebutkan bahwa selain SUGBK, diperlukan setidaknya satu stadion pendukung lainnya di Jakarta yang memiliki standar kualitas lapangan yang mumpuni. Pihak penyelenggara sedang memetakan stadion mana yang paling memungkinkan untuk direvitalisasi atau disesuaikan dengan kebutuhan teknis FIFA agar seluruh aspek turnamen dapat berjalan sesuai standar internasional yang telah ditetapkan.

Keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar ambisi sesaat, melainkan bagian dari visi besar untuk mengangkat derajat sepak bola nasional di kancah internasional. Dengan keterlibatan langsung FIFA, diharapkan ekosistem sepak bola di Indonesia akan mendapatkan dampak positif, baik dari sisi manajemen turnamen, peningkatan fasilitas olahraga, maupun pengalaman bagi para pemain lokal dalam berkompetisi di level regional dengan standar profesional yang tinggi.

Pemerintah Indonesia menyadari bahwa menjadi tuan rumah di bawah naungan langsung FIFA akan memberikan tantangan sekaligus peluang besar. Standar operasional yang diterapkan oleh FIFA dikenal sangat disiplin, mulai dari kualitas rumput, fasilitas ruang ganti, hingga sistem keamanan dan manajemen penonton. Hal ini menuntut kesiapan infrastruktur yang tidak hanya mumpuni, tetapi juga konsisten dengan regulasi global.

Erick Thohir juga menyoroti pentingnya peran turnamen ini sebagai batu loncatan. Jika Indonesia berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah yang baik, maka kepercayaan FIFA terhadap Indonesia akan meningkat. Hal ini nantinya dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah dalam ajang-ajang sepak bola internasional yang lebih besar di masa depan.

Saat ini, PSSI terus memantau perkembangan negosiasi dengan FIFA. Meskipun masih menunggu keputusan resmi, persiapan internal terus dilakukan dengan matang. Fokus utama saat ini adalah memastikan bahwa semua persyaratan administratif dan teknis yang diminta oleh FIFA dapat dipenuhi oleh Indonesia, sehingga posisi Indonesia sebagai kandidat tuan rumah menjadi semakin kuat di mata federasi sepak bola dunia tersebut.

Bagi para pemangku kepentingan, keberhasilan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi pencapaian signifikan bagi pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam menunjukkan eksistensi Indonesia di panggung olahraga dunia. Dukungan penuh dari pemerintah, sebagaimana disampaikan oleh Menpora, menjadi modal utama untuk meyakinkan FIFA bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat dan stabilitas yang diperlukan untuk menyelenggarakan turnamen regional yang berkelas.

Dengan segala persiapan yang sedang berjalan, masyarakat Indonesia diharapkan dapat memberikan dukungan positif terhadap upaya ini. Kehadiran turnamen resmi FIFA di tanah air tidak hanya akan menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan industri olahraga, tetapi juga akan membangkitkan kebanggaan nasional terhadap perkembangan sepak bola Indonesia yang terus menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan PSSI saat ini.

Proses seleksi tuan rumah masih terus berlanjut, dan Indonesia tetap menjadi salah satu kontestan yang paling serius dalam upaya menghadirkan turnamen bergengsi ini di tengah masyarakat Asia Tenggara. Fokus utama PSSI dan pemerintah saat ini adalah memastikan bahwa setiap detail yang diminta oleh FIFA dapat dipenuhi dengan standar kualitas terbaik, demi memberikan pengalaman turnamen yang tak terlupakan bagi seluruh peserta dan penikmat sepak bola di kawasan.

Rekomendasi