Bawa Mesir ke 16 Besar, Mo Salah Ungkap Kebahagiaan Mendalam

7b4c43dc80447ff63f83f63584ee3b95.jpg

Jakarta – Tim nasional Mesir berhasil mengukir sejarah baru dalam perjalanan sepak bola mereka di Piala Dunia 2026.

Skuad berjuluk The Pharaohs tersebut sukses menembus babak perempat final untuk pertama kalinya setelah menyingkirkan Australia.

Kepastian langkah Mesir didapat melalui drama adu tendangan penalti dengan skor 4-2.

Pertandingan babak 16 besar tersebut berlangsung sangat sengit sejak menit awal hingga waktu tambahan berakhir.

Mesir sempat membuka keunggulan terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Emam Ashour pada menit ke-13.

Namun, Australia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-55 akibat gol bunuh diri pemain Mesir, Mohamed Hany.

Skor imbang tersebut bertahan hingga 120 menit pertandingan, sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Mohamed Salah, yang bertindak sebagai kapten tim, mengaku sangat emosional dengan keberhasilan negaranya ini.

Ia menyatakan bahwa kemenangan ini merupakan salah satu momen terbaik dalam hidupnya sebagai pesepak bola.

“Hari ini adalah salah satu hari terbaik dalam hidup saya, membuat sejarah bersama negara saya,” ujar Salah.

Pemain berusia 34 tahun tersebut bahkan mengaku rela memaksakan diri tampil meski sedang dibekap cedera demi kepentingan tim.

Ia pun berpesan kepada seluruh rekannya untuk menikmati momen bersejarah ini tanpa menganggapnya sebagai hal yang biasa.

“Saya selalu mengatakan kepada mereka, nikmati saja momen ini. Kita tidak boleh menganggapnya remeh,” kata Salah menambahkan.

Gelandang Mesir, Haissem Hassan, mengakui bahwa Australia memberikan tekanan fisik yang sangat berat sepanjang laga.

Menurutnya, Australia sangat mengandalkan kecepatan dan keunggulan postur tubuh dalam duel bola-bola udara.

“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena mereka adalah tim yang sangat fisik, dengan daya tahan yang tinggi,” ujar Hassan.

Bagi Hassan, kemenangan ini terasa jauh lebih berarti karena mampu membawa kebahagiaan bagi 120 juta warga Mesir.

Sementara itu, kubu Australia harus menelan pil pahit setelah perjuangan mereka terhenti di babak 16 besar.

Gelandang Australia, Jackson Irvine, menyebut kekalahan melalui adu penalti sebagai cara yang paling menyakitkan.

“Ini adalah cara tersulit untuk kalah dalam pertandingan,” ungkap Irvine dengan nada kecewa.

Meski demikian, Irvine tetap memberikan apresiasi tinggi kepada rekan-rekannya yang telah berjuang hingga titik darah penghabisan.

Ia merasa bangga terhadap para pemain yang berani mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor penalti.

Senada dengan itu, penyerang Australia, Awer Mabil, menilai turnamen ini tetap menjadi langkah positif bagi negaranya.

Mabil yakin bahwa pengalaman di Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung penting bagi perkembangan bakat-bakat muda Australia di masa depan.

“Jelas kami harus sangat bangga dengan apa yang telah kami lakukan sebagai sebuah bangsa di turnamen ini,” pungkas Mabil.

Rekomendasi