

Jakarta – Meta mengumumkan fitur baru untuk WhatsApp yang memungkinkan pengguna membuat WhatsApp Username unik, seperti di Instagram atau X (Twitter). Fitur ini dihadirkan sebagai solusi privasi agar pengguna bisa saling berkirim pesan tanpa perlu membagikan nomor telepon pribadi.
Dilaporkan Engadget, Sabtu (4/7/2026), peluncuran global fitur ini akan dilakukan bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Namun, Meta sudah membuka reservasi username lebih awal.
Kondisi ini memicu persaingan perebutan nama akun terbaik di kalangan pengguna global. Bagi pengguna yang ingin menyamakan tag media sosial di WhatsApp, kecepatan menjadi kunci.
Saat ini, reservasi hanya bisa dilakukan melalui aplikasi WhatsApp versi mobile terbaru di Android dan iOS.
Untuk pengguna iPhone, buka aplikasi lalu ketuk menu Anda di pojok kanan bawah, kemudian pilih foto profil. Setelah itu, pilih opsi Buat Username atau Reservasi Username, lalu ketuk Simpan dan Selesai.
Sementara di Android, pengguna bisa mengetuk menu titik tiga di pojok kanan atas, masuk ke Setelan, lalu ketuk profil. Setelah itu, pilih opsi Buat Username atau Reservasi Username, lalu ketuk Simpan dan Selesai.
Sama seperti media sosial lainnya, username WhatsApp menganut prinsip siapa cepat dia dapat. Satu nama hanya berlaku untuk satu akun unik. Jika nama yang diinginkan sudah dipakai orang lain, pengguna harus mencari alternatif kecuali pemiliknya melepas nama tersebut.
Menurut kebijakan Meta, username yang dihapus atau diganti baru akan tersedia kembali untuk publik setelah 14 hari.
Meta juga menyediakan opsi sinkronisasi otomatis dengan username Facebook atau Instagram. Namun, ada sejumlah batasan teknis yang wajib dipatuhi.
Nama username harus berada dalam rentang 3 hingga 35 karakter. Pengguna hanya diperbolehkan memakai huruf kecil, angka, garis bawah, dan titik.
Selain itu, kombinasi yang hanya berisi angka dilarang digunakan. Meta juga melarang penggunaan kata atau frasa yang dibatasi, termasuk yang sensitif atau kasar.
Meski ditujukan untuk meningkatkan privasi, fitur ini tidak lepas dari risiko. Kekhawatiran muncul bahwa ketiadaan nomor telepon bisa dimanfaatkan pelaku jahat untuk melakukan penipuan bermodus kloning identitas.
Meta menegaskan akan memblokir upaya penyamaran publik terhadap figur ternama seperti Beyoncé atau Tim Cook. Perusahaan juga menyiapkan sistem kunci otorisasi untuk kontak baru.
Namun, mekanisme verifikasi untuk akun tiruan atau kembaran nama belum dijelaskan secara rinci.
Celah keamanan itu langsung memicu reaksi keras di Asia. Pemerintah India, yang menjadi pasar terbesar WhatsApp dengan lebih dari 500 juta pengguna, mendesak Meta membekukan sementara peluncuran fitur tersebut.
New Delhi juga meminta penjelasan konkret dari Meta mengenai strategi mereka untuk memitigasi lonjakan risiko penipuan digital yang berpotensi merugikan masyarakat hingga miliaran dolar.