

Jakarta – Instagram diketahui melacak aktivitas pengguna bahkan saat tidak sedang digunakan, sehingga iklan sebuah produk yang dicari di website atau aplikasi lain dapat muncul di halaman Instagram.
Pelacakan itu dimungkinkan melalui alat Meta Pixel yang dipasang di website dan aplikasi pihak ketiga. Data aktivitas pengguna yang terkumpul, termasuk saat melihat halaman produk, menambahkan barang ke keranjang, hingga melakukan pembayaran, dibagikan ke Meta untuk mendukung efektivitas iklan.
Selama ini, data dari Pixel digunakan untuk iklan. Namun, Meta kini akan memperluas pemanfaatannya ke seluruh layanan, termasuk untuk mempersonalisasi konten di feed dan respons AI.
Dalam unggahan blog, Meta menyebut data tersebut juga akan dipakai untuk menyesuaikan bagian lain dari pengalaman pengguna.
Mengutip BGR, Minggu (12/7/2026), perubahan ini akan mulai diterapkan di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain pada Juli 2026.
Dengan perubahan tersebut, seseorang yang mencari gadget mini terbaik untuk berkemah di website yang menggunakan pelacakan Meta Pixel berpotensi melihat konten Instagram Feed atau Reel tentang power bank atau pompa angin mini.
Meta AI juga bisa saja menyebut produk serupa saat pengguna bertanya soal perlengkapan kemah melalui DM Instagram.
Pengguna tetap dapat memberi tahu Instagram agar tidak menggunakan data tersebut untuk personalisasi konten iklan maupun non-iklan yang ditampilkan.