Abdel Kenang Persahabatan Temon Templar yang Terjalin Sejak 1992

flashback persahabatan abdel dan temon sejak 1992: pernah diguncang masalah uang lalu berdamai sampai tua

Jakarta – Kepergian komedian senior Temon Templar atau Simson Rarameha Ngadang pada Minggu, 12 Juli 2026, meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Indonesia. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.42 WIB, dan ucapan belasungkawa mengalir dari keluarga, sahabat, hingga rekan sesama artis.

Salah satu yang menyampaikan rasa kehilangan adalah Abdel Achrian. Melalui unggahan di media sosial, Abdel mengenang sahabat lamanya dengan pesan singkat namun menyentuh.

“Innalilahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan Mon,” tulis Abdel di Instagram, dikutip Minggu 12 Juli 2026.

Di balik kesuksesan mereka sebagai komedian, Abdel dan Temon telah menjalin persahabatan selama lebih dari tiga dekade. Hubungan keduanya bukan hanya sebatas rekan kerja, melainkan ikatan yang terbangun sejak awal 1990-an dan bertahan melewati berbagai dinamika kehidupan.

Kisah persahabatan Abdel dan Temon bermula pada 1992. Saat itu, keduanya bertemu bukan di panggung komedi, melainkan ketika sama-sama berkecimpung di sebuah stasiun radio yang dikenal dengan program-program humor.

Dalam perbincangan bersama Luna Maya di kanal YouTube, Temon mengungkapkan bahwa hubungan mereka sudah terjalin sejak tahun tersebut.

“Kita tu udah berkenalan sejak 1992,” kata Temon.

Abdel kemudian menimpali sambil mengenang panjangnya perjalanan persahabatan mereka.

“Jadi udah masuk tahun ke-30an ya, lama juga ya mon kita,” tambah Abdel.

Momen pertama kali bertemu pun masih diingat jelas oleh Abdel. Saat itu dirinya baru bergabung sebagai penyiar radio, sedangkan Temon bertugas sebagai pelawak yang mengisi berbagai program hiburan.

“Jadi ketemu gue itu di radio Eska, dulu gue siaran di radio Eska, radio humor-humor itu. Jadi pertama kali gue ketemu Temon, pertama kali gue liat sosok Temon gee mau keluar dari lift mau ke studio di meja satpam ada dia,” ucap Abdel.

Abdel juga menjelaskan bahwa sistem kerja di radio tersebut memang memisahkan posisi penyiar dan pelawak. Namun, justru dari perpaduan itulah chemistry mereka terbentuk dengan cepat.

“Sebenernya gue masuk di radio Eska sebagai penyiar, kalo di Eska itu ada penyiar dan pelawak, Temon masuk sebagai pelawak,” tambah Abdel.

Rekomendasi