Kereta Api Bikin Perjalanan Tenang dan Kurangi Stres

naik kereta api bisa bantu kurangi stres, ini penjelasan ilmiahnya

Jakarta – Perjalanan sehari-hari kerap menjadi pemicu stres, terutama saat menghadapi kemacetan, ketidakpastian waktu tempuh, dan transportasi yang kurang nyaman. Banyak orang pun merasa lebih lelah secara mental setelah bepergian, meski aktivitas yang dijalani tidak terlalu berat.

Dalam ilmu psikologi lingkungan, kondisi perjalanan memengaruhi suasana hati, tingkat kecemasan, hingga kemampuan seseorang mengendalikan stres. Semakin mudah dan dapat diprediksi sebuah perjalanan, semakin kecil beban mental yang dirasakan penumpang.

Transportasi berbasis rel seperti kereta api dinilai mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih tenang. Jadwal yang relatif pasti, minim hambatan lalu lintas, serta ruang yang lebih tertata membuat penumpang tidak perlu terus-menerus menghadapi ketidakpastian selama perjalanan.

Rasa aman dan kemudahan mengakses layanan juga berperan besar. Saat penumpang tidak perlu khawatir mencari jalur masuk, naik ke kereta, atau berpindah peron, otak tidak bekerja terlalu keras untuk mengantisipasi hambatan yang berpotensi memicu stres.

Karena itu, konsep transportasi modern kini tidak lagi hanya mengejar kecepatan atau kapasitas angkut. Banyak operator mulai menerapkan prinsip universal design, yakni merancang fasilitas agar dapat digunakan semua orang, termasuk lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, hingga orang tua yang membawa anak.

Fasilitas seperti guiding block bagi penyandang tunanetra, portable ramp untuk pengguna kursi roda, toilet ramah disabilitas, ruang laktasi, hingga petugas pendamping menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga membantu mengurangi kecemasan selama perjalanan.

Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, menilai inovasi layanan menjadi bagian penting dalam pengembangan transportasi publik. Menurutnya, aspek inklusivitas kini menjadi salah satu indikator kemajuan layanan karena mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

“Jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju, layanan transportasi publik Indonesia sudah mampu bersaing. Pengalaman studi banding ke luar negeri juga memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan standar layanan yang kompetitif,” ujarnya, dikutip Jumat 17 Juli 2026.

Pandangan serupa disampaikan travel content creator Taufik Effendi yang telah menjajal layanan kereta api di 24 negara. Menurutnya, penumpang kini tidak hanya mengejar tujuan akhir, tetapi juga menikmati pengalaman selama berada di dalam kereta.

Rekomendasi