

Jakarta – Chery iCar V25 mengusung sistem Extended Range Electric Vehicle (EREV) yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin bensin sebagai generator.
Mesin 1.5 turbo yang digunakan mampu menghasilkan tenaga maksimum 115 kW atau daya bersih 105 kW. Sumber energi listriknya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 33,679 kWh buatan Hefei Guoxuan High-Tech.
Dengan kapasitas baterai tersebut, SUV ini dapat melaju 145 hingga 150 kilometer dalam mode listrik murni.
Dari sisi efisiensi, konsumsi bahan bakar Chery iCar V25 tercatat berada di kisaran 1,52 liter hingga 1,54 liter per 100 kilometer berdasarkan dokumen MIIT.
Kombinasi motor listrik dan mesin bensin juga membuat mobil ini tetap nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya baterai.
Meski mengusung teknologi elektrifikasi, performanya tetap kompetitif. Kendaraan dengan berat kotor mencapai 2.720 kg itu mampu melaju hingga kecepatan maksimum 180 km/jam.
Nilai jual lain dari Chery iCar V25 ada pada kemampuan utilitasnya. SUV ini tersedia dengan opsi tow hitch package bagi konsumen yang membutuhkan kemampuan menarik beban.
Paket tersebut memungkinkan mobil memiliki kapasitas penarikan hingga 1.800 kg. Namun, pemasangan tow hitch membuat departure angle berubah dari 24 derajat menjadi 15 derajat, sedangkan approach angle tetap di 28 derajat.
Bobot kosong kendaraan juga meningkat dari 2.221 kg menjadi 2.240 kg untuk mengakomodasi sistem penarik tersebut.
Sementara itu, sistem pengereman mengandalkan teknologi WBTL WCBS 2.0 yang dipasok Wuhu Bethel untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan berkendara.