

Padang – Raksasa baterai asal China, CATL, memperluas langkah di pasar Eropa melalui teknologi penyimpanan energi berbasis ion sodium. Perusahaan itu resmi meneken kesepakatan untuk menghadirkan sistem penyimpanan energi CATL Tener Sodium dengan kapasitas mencapai 5 GWh.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi baterai ion sodium di Eropa. Implementasinya dijadwalkan mulai berjalan pada awal 2027.
Mengutip laporan CarNewsChina, Sabtu (18/7/2026), kerja sama CATL dengan mitranya di Eropa sebenarnya telah dibahas sejak 2023. Pada tahap awal, kolaborasi itu masih berfokus pada pengembangan baterai lithium-ion.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan teknologi penyimpanan energi yang lebih beragam, kerja sama tersebut kemudian diperluas dengan menghadirkan teknologi ion sodium. Pengembangan ini mencakup peningkatan variasi material baterai, optimalisasi struktur, hingga peningkatan kemampuan penyimpanan energi.
CEO Alfen, Michael Colijn, menyebut pengembangan baterai ion sodium sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi penyimpanan energi yang lebih beragam dan tangguh.
“Pengembangan ion sodium ini menjadi langkah untuk menghadirkan sistem penyimpanan energi yang lebih beragam dan tangguh,” ujarnya.
Co-President CATL menilai kolaborasi itu dapat memberi nilai tambah bagi konsumen di Eropa, terutama dalam menghadirkan teknologi energi dengan siklus penggunaan berkelanjutan.
“Kerja sama ini akan memberikan keberlanjutan siklus sekaligus nilai unik bagi pelanggan Eropa,” katanya.
Sistem penyimpanan energi CATL Tener Sodium sebelumnya diperkenalkan di Munich, Jerman, pada 22 Juni 2026. Teknologi ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri penyimpanan energi yang mengutamakan keandalan, efisiensi, dan biaya operasional jangka panjang.
Salah satu keunggulan utamanya adalah daya tahan. CATL mengklaim Tener Sodium mampu mencapai hingga 15.000 siklus penggunaan, dengan usia operasional sekitar 25 hingga 30 tahun berdasarkan standar State of Health (SOH) 70 persen.
Kemampuan itu membuat sistem baterai ini dinilai cocok untuk kebutuhan penyimpanan energi berskala besar yang membutuhkan performa stabil dalam jangka panjang.
Dari sisi efisiensi, CATL membekali Tener Sodium dengan Power Conversion System (PCS) yang menggunakan teknologi kontrol tegangan dua arah berbasis paten.
Teknologi tersebut diklaim mampu menjaga keluaran tegangan tetap stabil di angka 690 volt, sekaligus meningkatkan Round-trip Efficiency (RTE) hingga hampir 2 persen.
Selain itu, konsumsi daya internal sistem berhasil ditekan hingga sekitar 1 persen, atau sekitar setengah dari rata-rata konsumsi sistem penyimpanan energi pada umumnya.