

Jakarta – Isu mengenai kondisi kesehatan Ruben Onsu kembali menjadi perbincangan publik setelah potongan percakapan pribadi yang beredar di media sosial memunculkan berbagai spekulasi. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan tidak ada bukti yang menyatakan kliennya mengidap penyakit menular.
Minola menjelaskan polemik itu bermula setelah dirinya tampil dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo. Saat itu, ia hanya ingin menerangkan soal penggunaan dua nomor telepon milik Ruben untuk membantah anggapan bahwa kliennya sengaja mengganti nomor.
Namun, sebagian pihak justru memperbesar tampilan tangkapan layar percakapan tersebut hingga memunculkan dugaan mengenai konsumsi obat yang kemudian dikaitkan dengan penyakit tertentu.
“Jadi saya fokus kepada materi pembuktian. Tapi mungkin ada orang yang dengan inisiatif tinggi men-zoom isi chatting tersebut. Akhirnya yang diangkat adalah kata-kata konsumsi obat penyakit tiga huruf,” ujar Minola, dikutip dari YouTube, Senin, 3 Agustus 2026.
Minola menegaskan hingga kini tidak pernah ada dokter yang menyatakan Ruben Onsu mengidap penyakit yang ramai diperbincangkan tersebut. Ia juga menyebut obat-obatan yang pernah dikonsumsi Ruben tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan seseorang menderita penyakit tertentu.
“Sementara tidak ada dokter siapapun yang memeriksa dia itu yang menyatakan dan menyampaikan bahwa dia itu kena penyakit itu. Tidak ada siapapun yang menyampaikan bahwa obat yang dia konsumsi itu adalah obat itu,” kata Minola.
Menurutnya, isu kesehatan itu sebenarnya sudah beberapa kali muncul, baik dalam percakapan pribadi maupun dalam beberapa kesempatan lain, termasuk saat proses mediasi.
Karena isu tersebut terus berulang, Ruben akhirnya memutuskan menjalani pemeriksaan laboratorium agar memiliki bukti objektif apabila persoalan itu kembali dipersoalkan.
Minola juga menegaskan pemeriksaan kesehatan yang dijalani Ruben bukan dilakukan karena isu yang sedang ramai saat ini. Ia menjelaskan, pemeriksaan itu sudah dilakukan pada 25 Juli 2026, atau beberapa hari setelah proses mediasi pada 15 Juli.
“Jadi bukan setelah ini naik, terus buru-buru melakukan pengecekan. Pemeriksaan itu dilakukan pada tanggal 25 Juli,” jelasnya.