

Jakarta – Film Berbagi Suami 2.0 kini memasuki tahap pascaproduksi setelah merampungkan proses pengambilan gambar di Yogyakarta, Solo, dan Jakarta. Karya terbaru dari Kalyana Shira Films ini mengangkat isu poligami dan perselingkuhan yang kerap memicu konflik keluarga serta dampak psikologis mendalam bagi istri dan anak.
Sutradara sekaligus penulis, Nia Dinata, menyebut film ini sebagai ruang artistik untuk membedah keresahan dan ketidakadilan dalam relasi rumah tangga. Ia menekankan pentingnya mempertanyakan kembali relasi kuasa yang timpang antara suami, istri, dan anak dalam sebuah perkawinan.
“Sinema adalah ruang artistik untuk mengungkapkan keresahan dan ketidakadilan dengan luwes. Sudah saatnya kita mempertanyakan kembali relasi kuasa yang timpang antara istri-suami, juga anak yang sudah menjadi bagian dari sebuah perkawinan,” ujar Nia.
Berbagi Suami 2.0 menyoroti dinamika tiga karakter utama perempuan beserta anak-anak mereka dalam menghadapi isu poligami di era digital. Film ini tidak bertujuan menghakimi, melainkan mengajak penonton merasakan dampak emosional yang selama ini sering dianggap normal atau disembunyikan.
Produser Melissa Karim mengatakan proyek ini terasa seperti reuni bagi tim produksi yang memiliki visi serupa. Ia berharap film ini dapat memberi perspektif kritis bagi masyarakat mengenai posisi perempuan dan anak dalam keluarga.
“Dua puluh tahun lalu saya berperan sebagai anak yang mengetahui ayahnya berpoligami. Sekarang, saya membuat film ini bersama tim yang sudah seperti keluarga besar untuk terus menghasilkan karya kritis bagi masyarakat,” tutur Melissa.
Saat ini, film tersebut tengah menjalani proses penyuntingan, penataan musik, hingga sound mixing yang dijadwalkan berlangsung hingga November 2026. Proses pascaproduksi ini melibatkan sejumlah nama besar, seperti penata sinematografi Ipung Rachmat Syaiful dan penata musik Aghi Narottama.
Kalyana Shira Films menargetkan Berbagi Suami 2.0 dapat disaksikan publik pada kuartal pertama 2027. Film ini diharapkan mampu memantik percakapan publik mengenai realitas sosial dan dinamika keluarga di Indonesia.