

Batu – Nama Bang Faiq, penjual kambing asal Batu, Malang, mendadak ramai diperbincangkan warganet di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Sorotan itu bukan karena penjualan kambingnya yang melonjak, melainkan perawakan pria bernama lengkap Faiq Muhammad Alkatiri tersebut.
Kemunculan Bang Faiq membuat heboh karena penampilannya dinilai mirip dengan Yesus Kristus atau Isa Al Masih dalam penggambaran populer. Ia kerap menampilkan rambut panjang lurus, kumis, brewok dan jenggot lebat, serta memakai gamis putih dengan sorban.
Konten yang dibagikan Bang Faiq, mulai dari pesan berdakwah hingga kesehariannya sebagai pedagang kambing, juga menarik perhatian publik. Tak heran, dalam lima hari sejak akun Instagram-nya dibuat pada Jumat, 17 Juli 2026, jumlah pengikutnya melonjak menjadi 146 ribu.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Bang Faiq?
Bang Faiq merupakan pria asli Kota Batu, Malang. Hal itu terlihat dari logat Jawanya yang sangat kental, selain juga memang berjualan kambing di kawasan tersebut.
Pria bernama lengkap Faiq Muhammad Alkatiri itu juga mengakui hal tersebut. Ia bahkan membagikan alamat lengkap tempat berjualannya.
“Jl Abdul Gani gg 2 no 34, Ngaglik, Batu, Jatim,“ katanya di Instagram @bangfaiq_batu.
Sebelum membuat akun Instagram, Bang Faiq mengaku tak berniat untuk viral. Ia hanya ingin berdakwah ringan sekaligus mengenalkan kambing dan domba yang dijualnya.
Namun, perawakan Bang Faiq yang dianggap berbeda justru membuat warganet penasaran. Sosoknya dinilai mirip dengan penggambaran populer Yesus Kristus atau Isa Al Masih.
Selain itu, video yang diunggah juga menampilkan tone cahaya yang mengarah kepadanya saat berbicara, sehingga memunculkan berbagai anggapan di kalangan warganet.
Aksi Bang Faiq pun menuai pro dan kontra. Ada yang menjadikannya bahan candaan, sementara sebagian lain kurang menyukainya karena dianggap menyerupai kepercayaan agama lain.
Menanggapi tuduhan tersebut, Bang Faiq segera memberikan klarifikasi. Menurutnya, penampilan seperti itu sudah ia lakukan sejak lama, hanya saja dulu tidak diunggah ke media sosial.
“Dari 2006 udah gini bang, sejak msh kerja di Global TV dulu,“ jelas Bang Faiq.