

Buenos Aires – Gelandang tim nasional Argentina, Rodrigo De Paul, mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah timnya gagal mempertahankan gelar juara pada ajang Piala Dunia 2026.
Kegagalan tersebut terjadi setelah Argentina takluk 0-1 dari Spanyol melalui gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.
Pemain berusia 32 tahun itu menyoroti fenomena negatif yang menyertai perjalanan Albiceleste selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat.
De Paul merasa bahwa sejak awal kompetisi, banyak pihak yang sengaja membangun narasi untuk menjatuhkan mental timnya.
Ia menilai kritik tajam yang datang bukan sekadar evaluasi performa, melainkan upaya sistematis untuk merusak pencapaian yang telah diraih Argentina.
“Sepanjang turnamen saya melihat begitu banyak orang menunggu kejatuhan kami,” ujar De Paul melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Rabu, 22 Juli 2026.
Menurutnya, pihak-pihak tersebut sengaja menciptakan cerita yang tidak berdasar untuk menutupi rasa kecewa atau kebencian pribadi terhadap kesuksesan timnya.
Mantan pemain Atletico Madrid ini beranggapan bahwa kebencian tersebut berakar dari ketidaksenangan pihak luar melihat kebahagiaan yang dirasakan oleh skuad Argentina dalam beberapa tahun terakhir.
Ia merasa bahwa kegembiraan dan cara timnya menikmati setiap momen di lapangan justru menjadi pemicu ketidaksukaan pihak-pihak tertentu.
“Mereka tidak pernah merasakan apa yang dirasakan rakyat Argentina. Kegembiraan kami mengusik mereka dan cara kami menikmati setiap momen rupanya membuat banyak orang tidak senang,” tegas De Paul.
Meskipun merasa menjadi sasaran narasi negatif, De Paul mengakui bahwa kekalahan di partai final tetap meninggalkan luka yang sulit diterima.
Baginya, rasa sakit yang paling utama bukanlah kekalahan di atas lapangan, melainkan kegagalan dalam memenuhi ekspektasi jutaan pendukung di tanah airnya.
Dia merasa bahwa rakyat Argentina adalah pihak yang paling layak untuk merayakan gelar juara tersebut setelah dukungan tanpa henti yang diberikan.
“Yang paling membuat kami terpukul adalah tidak bisa membawa pulang trofi. Kami tahu tidak ada yang lebih pantas merayakan gelar itu selain seluruh rakyat Argentina,” ungkapnya dengan nada emosional.
Di sisi lain, De Paul menegaskan bahwa kekalahan ini tidak akan melunturkan rasa bangganya dalam mengenakan seragam tim nasional.
Ia meyakini bahwa ikatan emosional antara skuad Argentina dan para suporternya jauh lebih kuat dibandingkan sekadar hasil akhir dalam sebuah pertandingan.
Bagi De Paul, dedikasi untuk negara tetap menjadi prioritas utama meski perjuangan mereka di Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan cara yang menyakitkan.
Kekalahan tipis dari Spanyol memang menjadi penutup yang pahit bagi perjalanan Albiceleste yang sebelumnya difavoritkan untuk kembali mengangkat trofi.
Meski demikian, pernyataan De Paul ini mencerminkan mentalitas pemain yang tetap berusaha menjaga martabat tim di tengah badai kritik yang terus menerjang.