Denise Chariesta Buka Lowongan Teman Ngobrol Bergaji Rp15 Juta

denise chariesta buka lowongan bergaji rp15 juta, syaratnya cuma harus bisa bikin nyaman!

Padang – Denise Chariesta kembali menjadi sorotan publik usai mengumumkan lowongan kerja tak biasa untuk mencari teman ngobrol sekaligus tempat berdiskusi sehari-hari. Posisi itu ditawarkan dengan gaji mencapai Rp15 juta per bulan.

Berbeda dari lowongan pada umumnya, kandidat yang terpilih tidak ditugaskan mengurus administrasi atau pekerjaan kantoran. Tugas utamanya adalah menemani Denise mengobrol sesuai jadwal kerja yang telah ditentukan.

“Gue buka lowongan jadi teman ngobrol. Nanti kerjanya shift gitu, 4 jam di siang dan 4 jam sisanya di malam hari,” ujar Denise Chariesta, mengutip tayangan YouTube, Senin 27 Juli 2026.

Pernyataan itu langsung memancing perbincangan di media sosial. Banyak warganet penasaran apakah lowongan tersebut serius atau hanya bagian dari gaya komunikasi Denise yang kerap menyita perhatian publik.

Meski menawarkan bayaran besar, Denise menegaskan ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi pelamar. Syarat itu bukan berasal dari latar belakang pendidikan formal.

Denise mengatakan, calon teman ngobrolnya tidak wajib bergelar sarjana. Yang lebih penting baginya adalah kemampuan berkomunikasi dengan baik, memiliki kecerdasan tinggi, serta bisa menjadi teman diskusi yang menyenangkan.

“Nggak perlu sarjana lah. Yang penting, teman ngobrol ini bisa bikin gue bahagia dan yang terpenting ngobrolnya nyambung,” tuturnya.

Selain itu, Denise menyebut kandidat harus lolos tes psikologi dan memiliki IQ mencapai 130. Persyaratan itu dinilai penting agar percakapan berjalan seimbang dan sesuai ekspektasinya dalam membahas berbagai topik.

Di balik lowongan unik tersebut, Denise mengaku memiliki alasan pribadi. Ia mengatakan saat ini hampir tidak memiliki teman dekat maupun sahabat yang bisa diajak berbicara secara leluasa.

Menurut pengakuannya, kebiasaannya terlibat perselisihan dengan banyak orang di masa lalu membuat lingkaran pertemanannya semakin menyusut. Kondisi itu membuatnya merasa membutuhkan seseorang untuk berbagi cerita sekaligus bertukar pikiran.

Denise juga mengaku memiliki banyak ide dan pemikiran yang ingin didiskusikan. Namun, ia memilih tidak lagi menjadikan karyawannya sebagai tempat curhat karena khawatir pengalaman yang pernah dialaminya kembali terulang.

Rekomendasi