

Jakarta – Kehidupan pribadi Lamine Yamal belakangan menjadi sorotan setelah membawa Spanyol meraih kemenangan di Piala Dunia FIFA 2026. Salah satu yang ikut dibicarakan adalah hubungannya dengan influencer Inés García Santos.
Dalam beberapa hari terakhir, beredar rumor bahwa Inés rela mengakhiri hubungan selama lima tahun dengan pria lain demi menjalin hubungan dengan Yamal. Bahkan, muncul tudingan bahwa ia memutuskan kekasihnya setelah menerima pesan langsung atau DM dari Yamal.
Menanggapi rumor tersebut, influencer berusia 21 tahun itu sempat buka suara. Ia menyebut tidak berniat menanggapi isu tersebut.
“Saya sebenarnya tidak berniat mengatakan apa pun atau memberikan perhatian sama sekali terhadap topik ini,” tulisnya, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
Meski sudah membantah dan tidak ada sumber tepercaya yang mengonfirmasi dugaan hubungan masa lalunya, rumor itu tetap ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah warganet berspekulasi mengenai alasan berakhirnya hubungan García dengan mantan kekasihnya.
Ada yang menuduh García hanya ingin dekat dengan orang terkenal, bahkan menyebutnya seperti bunglon. Tak sedikit pula yang mengingatkan Yamal agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan.
“Dia sebelumnya bersama orang lain sebelum Yamal. Dia bisa saja seorang yang ingin mengincar harta. Yamal harus berhati-hati terhadapnya,” tulis salah satu pengguna.
Merespons tudingan yang dinilai menyakitkan dan mencemarkan nama baik, García akhirnya kembali buka suara. Ia mengaku sedih atas komentar yang dialamatkan kepadanya.
“Saya tidak pernah menyangka bahwa membagikan sesuatu yang begitu sederhana akan berubah menjadi seperti ini. Saya menghabiskan berjam-jam membaca komentar-komentar tersebut dan, meskipun saya berusaha tetap kuat, saya juga manusia. Di balik akun ini ada seseorang yang memiliki perasaan, yang bisa menangis, yang bisa melakukan kesalahan, dan yang tetap menjadi manusia meski sedang menjalin hubungan,” tulisnya di akun X.
García mengatakan dirinya memahami bahwa tidak semua orang akan menyukainya. Namun, ia meminta publik membedakan kritik yang membangun dengan komentar yang bertujuan menyakiti.
“Saya memahami bahwa tidak semua orang harus menyukai orang lain. Saya menerima kritik selama disampaikan dengan rasa hormat. Namun, ada perbedaan besar antara memiliki pendapat dan meluangkan waktu untuk mempermalukan, menghina, atau mendoakan hal buruk kepada seseorang yang bahkan tidak Anda kenal,” tulis influencer 21 tahun tersebut.