

Jakarta – Indonesia All Stars memberikan perlawanan yang cukup tangguh saat menjamu juara Liga Europa, Aston Villa, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).
Meski harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor akhir 1-3, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menyoroti keberanian serta disiplin taktis anak asuhnya.
Kurniawan mengapresiasi kemampuan para pemain dalam menjalankan organisasi permainan meski hanya memiliki waktu persiapan selama satu hari.
Strategi utama yang diterapkan adalah bermain secara kolektif untuk meredam dominasi individu pemain lawan, termasuk bintang baru Aston Villa, Alejandro Garnacho.
Setiap kali Garnacho menguasai bola, pemain Indonesia diinstruksikan untuk memberikan tekanan secara berlapis guna mempersempit ruang gerak.
“Karena memang kita cuma latihan sehari, persiapannya juga hanya secara garis besar. Kita mau bermain as a team, begitu saja. Jadi ketika Garnacho pegang bola, kita harus ada yang cover. Menyerang, ya saling menutup,” ujar Kurniawan setelah pertandingan.
Meskipun Aston Villa tampil dominan melalui gol dari Emiliano Buendia, Ross Barkley, dan Brian Madjo, tim Indonesia All Stars tetap menunjukkan ketenangan.
Pelatih Aston Villa, Unai Emery, bahkan memberikan pujian atas organisasi pertahanan yang diperagakan oleh skuad Indonesia sepanjang laga.
“Kami mendapatkan ritme permainan yang kami butuhkan, sementara lawan juga menunjukkan kualitasnya. Mereka bermain baik dari sisi taktik dan bertahan dengan sangat baik. Secara keseluruhan, saya rasa ini pertandingan yang sukses,” kata Emery.
Bagi Garnacho, pertandingan di Jakarta menjadi debutnya sebagai starter setelah dipinjam dari Chelsea, namun ia belum mampu mencatatkan kontribusi gol.
Ujian mental bagi Indonesia All Stars sempat datang lebih awal saat kebobolan gol cepat pada menit ketiga oleh Emiliano Buendia.
Namun, tim tuan rumah tidak runtuh dan terus menjaga jarak antarpemain untuk mengantisipasi serangan lawan.
Peluang emas sempat tercipta melalui aksi Hokky Caraka pada menit ke-29, namun bola sepakannya masih membentur tiang gawang.
Indonesia All Stars akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan melalui aksi Arkhan Kaka pada menit ke-83 setelah memanfaatkan bola pantul.
Kurniawan menilai gol tersebut sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri para pemain muda Indonesia saat menghadapi lawan kelas dunia.
“Sebagai seorang striker tentu ini sangat berarti untuk kepercayaan diri dia. Apalagi yang digolkan adalah tim Aston Villa,” tambah Kurniawan.
Selain menyoroti aspek taktis, Kurniawan juga mengungkapkan keprihatinannya atas cedera bahu yang dialami oleh Jordy Wehrmann dalam laga tersebut.
Secara keseluruhan, pertandingan ini memberikan pengalaman berharga bagi para pemain Indonesia dalam mengukur kemampuan mereka di level internasional.
Keberanian untuk bermain lepas tanpa rasa tertekan menjadi kunci utama Indonesia All Stars mampu mengimbangi permainan intensitas tinggi dari Aston Villa.
Kiper Aston Villa, James Wright, turut mengakui bahwa kualitas permainan Indonesia All Stars cukup mengejutkan dan memberikan ujian yang tidak mudah bagi timnya.
Hasil akhir 1-3 memang menunjukkan perbedaan kualitas, namun kedisiplinan dan semangat juang yang ditunjukkan menjadi modal berharga bagi perkembangan sepak bola nasional.