

Jakarta – Platform DM-i (Dual Mode Intelligent) dikembangkan untuk pengguna yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dalam mobilitas sehari-hari.
Sistem ini memadukan tiga komponen utama, yakni mesin hybrid, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery.
Mesin hybrid 1.5 liter naturally aspirated yang digunakan memiliki efisiensi termal hingga 46,06 persen, salah satu yang tertinggi di dunia untuk mesin produksi massal.
Efisiensi tersebut didukung berbagai teknologi seperti rasio kompresi 16:1, Exhaust Gas Recirculation (EGR), Intelligent Split Cooling Technology, hingga algoritma knock control. Mesin ini juga dirancang menggunakan bensin minimal RON 92.
Sementara itu, Electric Hybrid System mengintegrasikan motor listrik, kontrol elektronik, reduksi gigi tunggal, direct-drive clutch, serta sistem pendingin oli menjadi satu unit yang lebih ringkas. Hasilnya, bobot sistem dapat dipangkas sekitar 30 persen sehingga meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga sekaligus memberikan akselerasi yang lebih responsif.
Berdasarkan simulasi internal BYD, BYD M6 DM mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter dalam simulasi perjalanan sekitar 150 kilometer dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh.
Berbeda dengan DM-i, platform DM-p (Dual Mode Powerful) dirancang bagi pengguna yang menginginkan performa lebih tinggi.
Teknologi ini menggunakan tambahan motor listrik di roda belakang sehingga menghadirkan sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD). Kombinasi motor listrik depan dan belakang menghasilkan distribusi tenaga yang lebih optimal, akselerasi lebih cepat, serta traksi lebih baik di berbagai kondisi jalan.
DM-p dipadukan dengan mesin hybrid 1.5 liter turbo yang menghasilkan tenaga maksimum 156 PS dengan torsi 225 Nm serta efisiensi termal mencapai 45,3 persen.
Meski berorientasi pada performa, sistem tetap mengatur perpaduan kerja mesin dan motor listrik secara otomatis agar kenyamanan berkendara tetap terjaga.
BYD juga memperkenalkan DMO (Dual Mode Off-road) yang ditujukan bagi kendaraan berkemampuan jelajah tinggi.
Teknologi ini tetap mengusung filosofi electric-first, namun dipadukan dengan mesin hybrid longitudinal 1.5 liter turbo serta sistem Electric Hybrid System longitudinal pertama di dunia.
DMO juga didukung struktur Cell-to-Chassis (CTC) dan Hybrid Ladder Frame Body yang meningkatkan kekakuan bodi hingga 38 persen sehingga memberikan stabilitas dan pengendalian lebih baik saat melintasi berbagai medan.
Selain itu, tersedia sejumlah mode berkendara seperti Snow, Sand, Mud, Mountain, Rock, hingga Wading Mode yang menyesuaikan distribusi tenaga sesuai kondisi permukaan jalan.
Dalam ekosistem BYD Group, teknologi ini digunakan pada model premium DENZA seperti DENZA B5 dan DENZA B8.