

Jakarta – Era baru resmi dimulai di Newcastle United setelah Matthias Jaissle ditunjuk sebagai pelatih kepala untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Eddie Howe.
Kepastian ini diumumkan klub pada Kamis, 6 Agustus 2026, setelah seluruh administrasi kepindahan pelatih asal Jerman tersebut dari Al Ahli dinyatakan rampung.
Jaissle, yang saat ini berusia 38 tahun, telah langsung bergabung dengan skuad The Magpies dalam agenda pemusatan latihan pramusim di La Manga, Spanyol.
Untuk mendatangkan sosok pelatih muda berbakat ini, Newcastle United dilaporkan harus menyetorkan dana kompensasi sebesar lebih dari 9 juta poundsterling atau setara dengan Rp190 miliar kepada pihak Al Ahli.
Kesepakatan tersebut mengikat Jaissle dengan kontrak berdurasi empat tahun di St James’ Park.
Waktu adaptasi yang dimiliki sang pelatih terbilang sangat singkat karena kompetisi Liga Primer Inggris musim 2026/2027 akan segera bergulir dalam 18 hari ke depan.
Newcastle dijadwalkan menjamu Liverpool pada laga pembuka musim di Stadion St James’ Park pada 23 Agustus mendatang.
Dalam pernyataan resminya, Jaissle mengaku sangat antusias menyambut peran baru ini.
Dia menyebut Newcastle sebagai salah satu klub terbesar di Eropa yang memiliki sejarah, identitas, serta basis pendukung yang sangat unik.
Jaissle juga menyoroti ambisi besar dan visi masa depan klub sebagai alasan utama dirinya menerima tawaran tersebut.
Rekam jejak Jaissle sendiri cukup mentereng setelah sukses membawa RB Salzburg meraih gelar juara Liga Austria dua musim berturut-turut.
Setelah memutuskan pindah ke Arab Saudi pada tahun 2023, dia melanjutkan tren positif dengan mempersembahkan dua gelar Liga Champions Asia secara beruntun bersama Al Ahli.
Penunjukan ini tidak terlepas dari keterkaitan erat antara Newcastle dan Al Ahli di bawah naungan Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) yang memegang kendali atas kedua klub tersebut.
Kepala Eksekutif Newcastle, David Hopkinson, menjelaskan bahwa keputusan memilih Jaissle diambil melalui proses evaluasi yang sangat mendalam.
Dia menyebut Jaissle sebagai salah satu pelatih muda paling menarik dan dihormati di dunia sepak bola saat ini.
Tugas berat kini menanti Jaissle karena dia harus menggantikan posisi Eddie Howe yang telah memimpin Newcastle selama hampir lima tahun.
Howe dikenal sebagai sosok krusial yang membawa Newcastle bangkit dari zona degradasi hingga mampu menjuarai Piala Carabao pada Maret 2025.
Namun, tantangan yang dihadapi Jaissle di musim ini cukup signifikan akibat perombakan skuad yang terjadi belakangan ini.
Sejumlah pemain pilar seperti Alexander Isak, Kieran Trippier, dan Anthony telah meninggalkan klub.
Selain itu, masa depan pemain kunci lain seperti Sandro Tonali dan Bruno Guimarães juga masih diselimuti ketidakpastian.
Ujian pertama bagi Jaissle akan tersaji dalam laga uji coba pramusim melawan Valencia di Stadion Mestalla pada 8 Agustus mendatang.
Pertandingan tersebut menjadi momentum penting bagi Jaissle untuk mulai merancang fondasi taktik bagi Newcastle sebelum terjun ke kompetisi resmi.
Meski menghadapi transisi yang sulit, Jaissle tetap menunjukkan keyakinan penuh terhadap proyek yang sedang dibangun bersama klub.
Dia menegaskan bahwa Newcastle memiliki kepemimpinan yang kuat serta visi masa depan yang jelas untuk terus berkembang di kancah sepak bola Inggris maupun Eropa.