Presiden Venezuela Minta AS Tingkatkan Kerja Sama

Caracas – Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengajak pemerintah Amerika Serikat untuk menjalin kolaborasi. Ajakan ini muncul setelah invasi militer AS yang menyebabkan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan pidana.

“Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional, guna memperkuat kehidupan bersama yang damai dan berkelanjutan,” ungkap Rodriguez melalui pernyataan yang diunggah di Instagram, Minggu (2/6/2024).

Rodriguez menekankan pentingnya hubungan internasional yang seimbang dan saling menghormati antara Venezuela dan AS, serta dengan negara-negara lain di kawasan. Hal ini harus didasarkan pada kesetaraan kedaulatan dan prinsip non-intervensi.

“Presiden Donald Trump, rakyat kami, dan kawasan kami pantas mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang. Ini selalu menjadi pesan Presiden Nicolas Maduro, dan itu pula pesan seluruh Venezuela saat ini,” tegas Rodriguez.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Rodriguez bersikap kooperatif. Namun, ia memperingatkan bahwa Rodriguez akan menghadapi konsekuensi yang lebih buruk daripada Maduro jika tidak bekerja sama.

“Kami membutuhkan akses penuh. Kami membutuhkan akses ke minyak dan hal-hal lain di negara mereka yang memungkinkan kami membangun kembali negara tersebut,” kata Trump.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn. Keduanya menghadapi dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok-kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Maduro telah membantah tuduhan tersebut. Sementara itu, para pejabat di Caracas menyerukan pembebasan pasangan tersebut.

Rekomendasi