

Medan – Kereta Api (KA) Srilelawangsa mencatat telah mengangkut 234.750 penumpang selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Sumatera Utara. Periode perhitungan dimulai sejak 18 Desember hingga 4 Januari 2026.
Dari total tersebut, 106.040 penumpang tiba di Stasiun Medan. Sementara sisanya melakukan perjalanan dari Kota Medan menuju Binjai dan Bandara Internasional Kualanamu.
Untuk rute Medan-Binjai-Kualabingai, KA Srilelawangsa mengangkut 147.707 penumpang. Sedangkan rute Stasiun Medan menuju Stasiun Kualanamu mencatat 87.043 penumpang.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyatakan angka ini mencerminkan kesiapan operasional dan komitmen pelayanan selama libur akhir tahun.
“Kami memastikan seluruh layanan berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu,” tegas Porwanto dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026). “Mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pengguna jasa penerbangan di Bandara Kualanamu.”
KA Srilelawangsa merupakan kereta api bandara yang dioperasikan oleh PT Railink. Layanan ini merupakan bagian dari program subsidi Public Service Obligation (PSO) di Sumatera Utara.
Selama masa angkutan Nataru, dioperasikan 24 perjalanan relasi Medan-Kualanamu (PP), 17 perjalanan relasi Medan-Binjai (PP), serta 3 perjalanan relasi Medan-Kualabingai.
“Total selama masa posko Nataru 792 perjalanan dengan kapasitas 277.632 kursi, atau rata-rata 15.424 penumpang per hari,” imbuh Porwanto.
Railink berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan KA Bandara melalui optimalisasi sarana dan prasarana, penguatan SDM, serta peningkatan pelayanan pelanggan. Tujuannya adalah menjawab kebutuhan transportasi publik yang andal dan berkelanjutan.
Untuk kemudahan akses, tiket KA Bandara dapat dibeli melalui Aplikasi KA Bandara, Aplikasi Access by KAI, website resmi www.railink.co.id, serta vending machine yang tersedia di stasiun keberangkatan.
Jadwal keberangkatan paling awal dari Stasiun Medan menuju Kualanamu adalah pukul 05.20 WIB. Keberangkatan terakhir dari Kualanamu menuju Medan tersedia hingga pukul 21.10 WIB.
“Kami mengimbau penumpang menjaga barang bawaannya,” ujar Porwanto. Jika barang tertinggal atau ditemukan petugas, perusahaan menyediakan layanan lost and found.
Penumpang juga diharapkan datang lebih awal, tiga jam sebelum keberangkatan internasional dan dua jam sebelum keberangkatan domestik.