IHSG Menguat Akhir Pekan, Pekan Depan Diproyeksi Konsolidasi

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan pekan ini, naik 0,17% atau 12,62 poin ke level 7.634,00 pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026). Meskipun demikian, pergerakan indeks ke depan diperkirakan masih cenderung konsolidatif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Penguatan IHSG ini terjadi setelah melemah dua hari berturut-turut, ditopang oleh antisipasi aksi korporasi sejumlah emiten serta koreksi harga minyak mentah. Dalam sepekan terakhir, IHSG membukukan penguatan sebesar 2,35%.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menjelaskan secara teknikal IHSG masih dalam tren yang cukup positif, terlihat dari posisinya yang bertahan di atas moving average jangka pendek (MA5 dan MA20). Namun, pergerakan indeks pada pekan depan diproyeksikan cenderung terbatas, bergerak konsolidasi dalam rentang support 7.500 dan resistance 7.700.

Dari sisi sentimen global, pelaku pasar mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kekhawatiran meningkat menjelang berakhirnya periode gencatan senjata pada 21 April 2026, dengan kedua negara kembali saling melontarkan ancaman. Ketegangan ini, khususnya terkait kawasan strategis Selat Hormuz, berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas pasar global. Investor juga menunggu kepastian perpanjangan gencatan senjata.

Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rilis data ekonomi penting. Dari global, ada data penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen di Amerika Serikat, serta keputusan moneter bank sentral Tiongkok dan data ekonomi Jepang. Sementara dari dalam negeri, pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, data pertumbuhan kredit, serta jumlah uang beredar (M2).

Untuk pekan depan, Alrich merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, antara lain MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, dan NCKL.

Rekomendasi