BBCA, ISAT Pimpin Pelemahan, Tekan IHSG dalam Sepekan

JAKARTA – Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hingga PT Indosat Tbk (ISAT) masuk dalam daftar 10 saham dengan penurunan terbesar atau ‘top laggards’ sepanjang pekan 13-17 April 2026. Koreksi harga saham-saham ini menjadi penekan utama yang menyumbang poin negatif signifikan pada indeks harga saham gabungan (IHSG).

Menariknya, di tengah tekanan dari saham-saham tersebut, IHSG justru berhasil menguat 2,35% menjadi 7.634,004 poin pada akhir pekan, naik 175,50 poin dari posisi 7.458,49 pada pekan sebelumnya.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi penyumbang poin negatif terbesar bagi IHSG. Saham BBCA terkoreksi 4,1% dan membebani indeks sebesar 25,76 poin.

Di posisi kedua, saham PT Global Mediacom Tbk. (MSIN) terpangkas tajam 29,55%, memberikan kontribusi beban 14,79 poin. Kemudian, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga menyumbang 11,48 poin negatif setelah harganya turun 3,43% dalam sepekan.

Posisi keempat ditempati oleh saham APIC yang turun 21,41% dalam sepekan, menjadikannya pemberat 5,55 poin negatif terhadap IHSG. Disusul PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) yang turun 4,93% dan menyumbang 5,03 poin negatif.

PT Bank Mega Tbk. (MEGA) memberikan bobot beban IHSG 4,86 poin karena koreksinya 7,46% dalam sepekan. Sementara itu, emiten perbankan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 1,07% dan menyumbang 3,91 poin pemberat IHSG.

Di urutan kedelapan, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) dengan koreksi 1,25% dalam sepekan, menyumbangkan 2,50 poin negatif IHSG. Berikutnya, saham BELI turun 6,82% dan berkontribusi beban 2,10 poin. Terakhir, PT Indosat Tbk (ISAT) harganya turun 5,09% dan menyumbang 1,30 poin negatif di IHSG.

Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Valantina Simon, dalam rilis resminya pada Sabtu (18/4/2026), menjelaskan bahwa pekan tersebut mencatatkan peningkatan rata-rata volume transaksi harian tertinggi. Volume transaksi harian naik 33,12% menjadi 42,98 miliar lembar saham dari 32,28 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

“Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami kenaikan sebesar 32,71% menjadi 2,72 juta kali transaksi dari 2,05 juta kali transaksi pada pekan lalu,” ujarnya. Peningkatan turut dialami rata-rata nilai transaksi harian yang naik 17,56% menjadi Rp20,36 triliun dari Rp17,32 triliun pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami kenaikan sebesar 3,38% menjadi Rp13.635 triliun dari Rp13.189 triliun pada pekan sebelumnya.

Rekomendasi