

Jakarta – Apple mencatat rekor kinerja keuangan baru di tengah pasar smartphone global yang dibayangi kelangkaan komponen. Laporan Counterpoint Research mengungkap, raksasa teknologi asal Cupertino itu menguasai 49 persen dari total pendapatan smartphone dunia pada kuartal kedua tahun ini.
Capaian tersebut menjadi pangsa pendapatan kuartal kedua tertinggi sepanjang sejarah Apple. Pendapatan dari lini iPhone juga melonjak 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadikan Apple sebagai produsen dengan pertumbuhan tercepat di antara lima besar merek ponsel dunia.
Secara industri, total pendapatan smartphone global memang tumbuh 7 persen secara tahunan. Namun, Apple mampu memanfaatkan celah pasar lewat kenaikan harga jual rata-rata iPhone yang kini mencapai USD 946 atau sekitar Rp 17 jutaan, dari sebelumnya USD 879 atau Rp 15,8 jutaan.
Dari sisi volume pengiriman, Apple juga membukukan rekor kuartal kedua terbaiknya dengan pangsa pasar 21 persen, naik dari 17 persen pada periode sebelumnya. Meski begitu, Apple masih berada di posisi kedua secara volume di bawah Samsung yang memimpin dengan pangsa pasar 23 persen.
Sebaliknya, mayoritas pesaing Apple justru mengalami penurunan pengiriman. Xiaomi mencatat koreksi paling tajam, dengan pangsa pasar turun dari 14 persen menjadi 11 persen setelah volume pengiriman unitnya anjlok 26 persen secara tahunan.