Amerika Serikat Sita Kapal Tanker Iran, Teheran Ancam Balasan

Washington D.C. – Amerika Serikat (AS) menyita sebuah kapal kargo asal Iran pada Minggu (20/4), sebuah tindakan yang langsung memicu kemarahan Iran dan ancaman balasan. Insiden ini menambah ketegangan di tengah kondisi politik kedua negara menjelang berakhirnya gencatan senjata yang kemungkinan besar tidak akan diperpanjang.

Militer Iran dengan tegas menyatakan tindakan AS tersebut sebagai “pembajakan bersenjata”. Mereka memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam akan segera merespons dan membalas aksi tersebut.

Presiden AS Donald Trump secara langsung mengonfirmasi penyitaan kapal berbendera Iran itu. Ia menyebut kapal tersebut sedang berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas. “Kami sudah menyita secara penuh kapal mereka, dan kami akan lihat apa yang ada di dalamnya,” kata Trump.

Pihak Iran memberikan penjelasan, mengungkap bahwa kapal yang ditahan AS itu sebelumnya berlayar dari China. Iran juga menegaskan penolakannya untuk ikut serta dalam negosiasi damai baru dengan AS, dengan alasan bahwa Washington masih mempertahankan blokade terhadap pelabuhannya.

Ketegangan antara AS dan Iran telah berlangsung cukup lama. Sebelumnya, AS memblokade akses keluar masuk kapal ke pelabuhan di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan tindakan penutupan Selat Hormuz.

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammadreza Aref, melalui media sosial, menyampaikan pandangannya. “Kita tidak dapat membatasi ekspor minyak Iran sambil mengharapkan keamanan gratis bagi orang lain,” tulisnya. Aref menambahkan, “Pilihannya jelas: pasar minyak bebas untuk semua, atau risiko biaya yang signifikan bagi semua orang.”

Rekomendasi