

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengumumkan rencana renovasi 21 ribu rumah tidak layak huni di Papua. Program bedah rumah secara masif ini dijadwalkan akan dimulai pada 21 April 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo. Pernyataan tersebut disampaikan Maruarar, yang akrab disapa Ara, di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat, 17 April 2027.
Ara menjelaskan, program ini akan dilaksanakan di enam provinsi yang mencakup 42 kabupaten atau kota di Papua. Setiap kabupaten atau kota ditargetkan minimal 500 rumah untuk direnovasi. Ia juga menyebutkan bahwa program ini telah dilaporkan kepada Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo.
Selain renovasi, Ara menambahkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan juga akan diperluas jangkauannya ke Papua. Pemerintah turut menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk skema pembiayaan perumahan.
Lebih lanjut, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan dan renovasi rumah, tetapi juga menargetkan penataan kawasan kumuh. Maruarar menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut sebagai bagian integral dari program.