Phintraco Siapkan Diri Jadi Penyedia Likuiditas Lima Saham BEI

Jakarta – Phintraco Sekuritas menyatakan telah menyiapkan diri untuk penerapan kuotasi liquidity provider (LP) saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Kebijakan ini bertujuan untuk menyuntikkan likuiditas pada emiten-emiten yang tercatat di bursa namun memiliki tingkat likuiditas rendah. Pada tahap awal, Phintraco Sekuritas akan menyediakan permintaan beli dan jual untuk lima saham pilihan.

Direktur Utama Phintraco Sekuritas, Ferawati, menjelaskan bahwa liquidity provider adalah lembaga keuangan atau anggota bursa yang disetujui untuk bertindak sebagai market maker atau penggerak aktivitas pasar. Aktivitas lembaga ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar, memperkecil spread atau selisih harga antarsaham, dan memastikan transaksi berjalan lancar dan efisien, terutama pada saham yang kurang aktif diperdagangkan.

Lima saham yang akan menjadi fokus Phintraco Sekuritas meliputi PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Ferawati mengatakan, persiapan utama dalam penyediaan liquidity provider saham adalah memastikan pemenuhan seluruh ketentuan yang ditetapkan BEI. Secara internal, Phintraco Sekuritas berkoordinasi lintas divisi serta memperkuat sistem pengendalian internal dan manajemen risiko.

“Agar pelaksanaan fungsi LP berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan,” ujar Ferawati dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 24 April 2026. Menurutnya, peran liquidity provider tidak sekadar sebagai kewajiban kuotasi, melainkan bagian dari strategi market deepening atau pendalaman pasar untuk meningkatkan kualitas likuiditas dan efisiensi harga di pasar.

Ferawati menjelaskan, pemilihan kelima emiten dalam program ini dilakukan secara selektif. Phintraco Sekuritas mempertimbangkan fundamental perusahaan, kebutuhan peningkatan likuiditas, dan potensi minat investor. “Kami melihat emiten-emiten ini memiliki prospek yang baik, namun masih terdapat ruang untuk meningkatkan aktivitas perdagangan,” katanya.

Ia menambahkan, pemilihan kelima emiten ini sejalan dengan arah pengembangan pasar yang didorong oleh Bursa Efek Indonesia. “Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kepatuhan dalam menjalankan peran ini,” tutur Ferawati.

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan partisipasi anggota bursa sebagai liquidity provider menjadi elemen penting dalam meningkatkan likuiditas dan kualitas pembentuk harga saham. “Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, khususnya pada saham-saham yang memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.

Irvan menekankan bahwa keterlibatan anggota bursa akan menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Oleh karena itu, BEI terus mendorong partisipasi yang lebih luas dari pelaku pasar agar inisiatif ini dapat berjalan optimal. Ia berharap langkah ini bisa membuat ekosistem perdagangan semakin likuid, kredibel, dan berdaya saing. “Hal ini juga menjadi bukti komitmen BEI dalam meningkatkan pendalaman pasar,” imbuhnya.

Dewan Pengawas Perkumpulan Analis Efek Indonesia, Alfatih, menjelaskan bahwa secara informal, liquidity provider sebenarnya sudah berjalan untuk saham tertentu. Namun, informalitas ini membuat pengawasan belum berjalan maksimal, sehingga berpotensi merugikan investor.

Meski begitu, Alfatih menilai kebijakan baru ini dapat menambah daya tarik bagi nasabah institusi yang mensyaratkan saham likuid, selain fundamental emiten yang bagus. Kebijakan ini juga dianggap menguntungkan nasabah atau investor ritel. Menurut Alfatih, keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh aturan dan pengawasan yang ketat. “Jangan sampai ada masa likuid, lalu tiba-tiba menjadi tidak likuid, sehingga terkesan menjebak,” katanya.

Di sisi lain, Alfatih menambahkan, suntikan likuiditas ini berpotensi meningkatkan minat investor asing dengan pilihan saham yang lebih luas. Hal ini membuat pilihan investor tidak hanya pada sebagian kecil saham seperti big cap atau berlikuiditas tinggi. “Likuiditas dapat menjadi faktor positif bagi kenaikan indeks,” ujarnya.

Rekomendasi