

Jakarta – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali melemah pada perdagangan Jumat (15/5) siang. Hingga pukul 12.09 WIB, mata uang Garuda berada di level Rp 17.593 per dolar Amerika Serikat (AS), terkoreksi 0,37% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp 17.529 per dolar AS.
Pelemahan ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang di Asia yang tertekan oleh penguatan dolar AS. Won Korea menjadi mata uang dengan penurunan terdalam sebesar 0,46%, disusul oleh rupiah yang melemah 0,37%.
Tekanan juga dialami oleh ringgit Malaysia yang melemah 0,36%, baht Thailand 0,30%, serta dolar Singapura dan rupee India yang masing-masing turun 0,19%. Selain itu, yuan China melemah 0,16%, yen Jepang 0,13%, dan peso Filipina 0,04%.
Di sisi lain, tidak semua mata uang kawasan Asia berada di zona merah. Dolar Hong Kong dan dolar Taiwan terpantau mampu menguat terhadap dolar AS, dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,01% dan 0,10%.
Sentimen penguatan dolar AS di pasar global turut menekan mata uang kawasan. Indeks dolar, yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap mata uang utama dunia lainnya, terpantau berada di posisi 99,09, meningkat dari posisi sebelumnya di level 98,81.