

Buenos Aires – Gelombang reaksi unik muncul dari basis pendukung Timnas Argentina menyikapi ramalan negatif terkait kiprah Lionel Messi dan kawan-kawan di Piala Dunia 2026.
Para pendukung fanatik tim berjuluk La Albiceleste ini secara masif menggaungkan frasa Anulo Mufa di berbagai kanal media sosial.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya simbolis untuk membatalkan kutukan yang sempat dilontarkan oleh seorang dukun asal Ghana bernama Nana Kwaku Bonsam.
Sebelumnya, Nana Kwaku Bonsam secara terbuka memprediksi bahwa langkah Argentina di Piala Dunia 2026 akan terhenti.
Ramalan tersebut menyebutkan bahwa Argentina akan tersingkir saat menghadapi Tanjung Verde pada pertandingan yang berlangsung Rabu, [1/7/2026].
Prediksi dukun tersebut sontak memicu perdebatan sengit di kalangan pecinta sepak bola dunia.
Sebab, Argentina saat ini justru dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk merengkuh gelar juara.
Data dari Opta Analyst bahkan sempat menempatkan Argentina dengan peluang kemenangan sebesar 16,38 persen.
Pengamat sepak bola, Gigih, menegaskan bahwa kualitas skuad Argentina saat ini berada pada level yang sangat mumpuni.
Ia menyoroti transisi pemain yang berjalan sangat mulus serta peran krusial Lionel Messi sebagai motor serangan.
“Argentina juga menjadi salah satu favorit juara karena proses transisi skuad yang berjalan mulus serta adanya faktor X dari Lionel Messi,” ujar Gigih pada Kamis, [2/7/2026].
Lionel Messi sendiri telah membuktikan ketajamannya dengan melesakkan enam gol selama turnamen berlangsung.
Namun, Nana Kwaku Bonsam tetap bersikukuh dengan ramalannya mengenai kegagalan Argentina.
“Kekuatan saya akan bersama Tanjung Verde. Argentina tidak akan lolos,” tegas sang dukun.
Pernyataan kontroversial tersebut memicu reaksi defensif dari para suporter Argentina yang merasa perlu melakukan penangkalan secara kolektif.
Frasa Anulo Mufa kemudian menjadi senjata utama para pendukung di dunia maya.
Dalam dialek lokal Argentina dan Uruguay, istilah mufa merujuk pada nasib buruk atau energi negatif yang membawa kesialan.
Dengan menyertakan frasa Anulo Mufa, para suporter berharap dapat menetralkan segala prediksi buruk yang ditujukan kepada tim kesayangan mereka.
Fenomena ini bukanlah hal baru bagi pendukung Argentina.
Strategi serupa pernah diterapkan dengan sangat efektif sepanjang perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Saat itu, Argentina berhasil keluar sebagai juara dunia setelah suporter konsisten menggunakan frasa tersebut untuk menangkal sentimen negatif.
Tradisi ini kini telah berkembang lebih dari sekadar lelucon internet atau candaan di media sosial.
Bagi para suporter, Anulo Mufa telah menjadi simbol optimisme, harapan, dan solidaritas yang mendalam terhadap timnas.
Meskipun secara rasional prediksi dukun dianggap tidak memiliki dasar ilmiah, keterlibatan emosional suporter menciptakan dinamika unik dalam turnamen.
Publik kini menanti pembuktian di lapangan hijau apakah kekuatan dukungan suporter mampu meruntuhkan ramalan tersebut.
Pertandingan mendatang akan menjadi penentu apakah Argentina mampu terus melaju atau justru terhenti sesuai dengan ramalan yang beredar.
Terlepas dari perdebatan tersebut, semangat sportivitas tetap menjadi poin utama yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh pihak.