

Jakarta – Jaecoo J5 versi penyegaran atau facelift kembali menjadi sorotan setelah tertangkap kamera menjalani uji jalan di China. Munculnya model ini menjadi sinyal kuat bahwa peluncuran SUV terbaru tersebut di pasar domestik kian dekat.
Unit uji terlihat menggunakan emblem berbahasa Inggris. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa Jaecoo J5 facelift juga disiapkan untuk dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk pasar global.
Mengutip CarNewsChina, Jaecoo J5 terbaru dikabarkan bakal mengusung teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dengan sistem self-charging. Dengan sistem ini, baterai kendaraan dapat terisi otomatis saat mobil digunakan tanpa perlu charger eksternal.
Salah satu pembaruan paling menarik pada Jaecoo J5 facelift adalah kehadiran sensor LiDAR. Teknologi ini diklaim dapat meningkatkan kemampuan sistem bantuan mengemudi atau ADAS, sehingga memberi pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah SUV tersebut langsung memakai sistem hybrid generasi kedua Kun Peng 2.0 milik Chery.
Berdasarkan sejumlah bocoran yang beredar di China, peningkatan terbesar justru hadir melalui sistem bantuan mengemudi terbaru bernama Falcon 700. Teknologi ini diklaim mampu menghadirkan fitur navigasi otomatis dari titik ke titik atau point-to-point navigation, hingga autonomous valet parking yang memungkinkan kendaraan mencari dan memarkirkan diri secara otomatis tanpa campur tangan pengemudi.
Kemampuan tersebut ditopang kombinasi sensor yang tergolong lengkap, terdiri atas 1 sensor LiDAR, 11 kamera, 12 radar ultrasonik, dan 3 radar gelombang milimeter. Perpaduan perangkat ini memungkinkan sistem membaca kondisi lalu lintas dan lingkungan sekitar kendaraan dengan tingkat akurasi lebih tinggi.
Pembaruan Jaecoo J5 facelift tak hanya menyentuh sektor teknologi keselamatan.
Dari foto-foto uji jalan yang beredar, terlihat adanya emblem “Hybrid” di bagian belakang kendaraan. Selain itu, bodi mobil juga tidak memiliki port pengisian daya.
Kondisi tersebut mengindikasikan SUV ini tetap mengadopsi konsep Self-Charging Hybrid (HEV), bukan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Sebagai informasi, SatJapan mencatat Jaecoo J5 HEV yang dipasarkan saat ini masih menggunakan platform hybrid generasi pertama Chery.
Sistem tersebut mengombinasikan mesin bensin 1.5-liter turbo dengan baterai berkapasitas 1,83 kWh, menghasilkan tenaga gabungan sebesar 165 kW atau sekitar 221 hp.