Sumardji Tegaskan Piala AFF Jadi Momen Indonesia Ukir Sejarah

cad19d65a5c03c8d9d753733ea23b444.jpg

Jakarta – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, secara tegas membantah anggapan bahwa gelaran Piala AFF atau yang kini dikenal sebagai ASEAN Hyundai Cup merupakan turnamen kelas dua atau kompetisi yang tidak bergengsi.

Menurut Sumardji, ajang tersebut justru memegang peranan krusial sebagai kompetisi paling prestisius di kawasan Asia Tenggara yang wajib menjadi target utama bagi skuad Garuda.

Status Indonesia yang belum pernah sekalipun mencicipi gelar juara sejak turnamen ini pertama kali digulirkan menjadi alasan mendasar mengapa kompetisi ini memiliki nilai emosional yang sangat besar.

Selama hampir tiga dekade partisipasi Indonesia dalam ajang tersebut, tim nasional belum sekalipun berhasil mengangkat trofi juara meskipun telah berjuang keras di lapangan hijau.

“Saya tidak sependapat jika turnamen ini disebut ecek-ecek. Kenapa? Karena sampai dengan saat ini, sejak kita merdeka sampai dengan sekarang, timnas kita belum bisa mendapatkan trofi juara,” ujar Sumardji dalam acara Water Break yang digelar PSSI Pers di Jakarta Selatan, Jumat, 25 Oktober 2024.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa Indonesia telah tampil konsisten sejak edisi perdana pada tahun 1996 dan berhasil mencapai babak final sebanyak enam kali.

Sayangnya, seluruh kesempatan emas tersebut selalu berakhir dengan kegagalan, sehingga dahaga akan gelar juara masih terus menyelimuti sepak bola nasional.

Sumardji meyakini bahwa edisi 2026 menjadi momentum paling tepat bagi Indonesia untuk memutus rantai kegagalan tersebut dan mengukir sejarah baru.

Optimisme ini semakin menguat seiring dengan era baru tim nasional di bawah arahan pelatih John Herdman yang dinilai membawa perubahan positif dalam pola permainan.

Performa tim di bawah asuhan Herdman menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan, dengan catatan tiga kemenangan dari empat laga terakhir.

Skuad Garuda mampu mencetak total delapan gol dan hanya kebobolan satu kali melalui titik penalti saat menghadapi Bulgaria.

“Momentumnya tepat, kenapa tidak kita manfaatkan dan tidak kita buktikan bahwa kita mampu untuk bisa mendapatkan itu? Dan ini bagian daripada mengukir sejarah,” kata Sumardji menambahkan.

Selain faktor teknis, kedalaman skuad menjadi modal kuat Indonesia dalam menyambut turnamen yang akan datang.

PSSI memastikan bahwa tim akan diperkuat oleh para pemain berkualitas yang berkompetisi di liga papan atas, termasuk kehadiran sejumlah pemain diaspora yang kini berkarier di Indonesia.

“Yang kedua, didukung oleh pemain yang boleh dikatakan berada di liga super kita atau di liga kita, itu banyak pemain diaspora yang saat sekarang ini berada di sini,” jelasnya.

Dalam ajang ASEAN Hyundai Cup 2026, Indonesia dipastikan menempati Grup A bersama dengan Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste.

PSSI telah menetapkan Stadion Pakansari di Bogor sebagai lokasi laga kandang babak penyisihan, yakni saat menjamu Kamboja pada 27 Juli dan Vietnam pada 3 Agustus mendatang.

Apabila mampu meloloskan diri ke fase semifinal, Indonesia direncanakan akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta sebagai markas utama.

Sumardji berharap dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia dapat menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk mewujudkan mimpi meraih gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Rekomendasi