

Krakow – Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, akhirnya buka suara untuk meluruskan berbagai spekulasi publik yang muncul pasca-kemenangannya di ajang World Climbing Series Krakow 2026.
Peraih medali emas tersebut secara tegas membantah bahwa pernyataan yang ia sampaikan setelah perlombaan merupakan bentuk sindiran atau kritik tajam kepada pihak mana pun.
Desak menjelaskan bahwa narasi yang ia bangun murni ditujukan untuk menggambarkan kompleksitas perjalanan serta tantangan berat yang ia hadapi selama rangkaian kompetisi World Climbing Series 2026 berlangsung.
Menurutnya, tantangan tersebut tidak hanya berasal dari faktor teknis di lapangan, tetapi juga melibatkan pergulatan mental dari dalam diri sendiri serta berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendalinya.
Seluruh dinamika tersebut diakui Desak sebagai bagian tak terpisahkan dari proses perjuangannya hingga ia berhasil berdiri di podium tertinggi dan mengibarkan bendera Merah Putih.
Dalam keterangan resminya, Desak menekankan bahwa pernyataan tersebut adalah cerminan dari semangat determinasi serta resiliensi yang ia pegang teguh sebagai seorang atlet profesional.
“Melalui pernyataan tersebut, saya hanya ingin mengekspresikan determinasi dan resiliensi saya sebagai seorang atlet,” ujar Desak memberikan klarifikasi.
Ia menambahkan bahwa sebagai seorang juara, ia memiliki keyakinan kuat bahwa setiap hambatan yang muncul harus dihadapi dengan semangat pantang menyerah.
“Sebagai juara, saya percaya bahwa setiap tantangan harus dihadapi dengan semangat pantang menyerah dan dijadikan motivasi untuk terus memberikan penampilan terbaik,” tegasnya.
Terkait isu yang sempat berkembang mengenai minimnya perhatian pemerintah, Desak memberikan bantahan yang cukup lugas.
Ia menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah selama ini terus mengalir deras dan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan atlet Indonesia dalam meraih prestasi di kancah internasional.
“Pemerintah tetap dan terus memberikan dukungan kepada kami sebagai atlet. Dukungan tersebut sangat berarti dalam perjalanan kami mengharumkan nama bangsa,” ungkap Desak.
Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam setiap penyelenggaraan kejuaraan internasional, selalu terdapat aspek-aspek teknis maupun manajerial yang layak untuk dijadikan bahan evaluasi bersama.
Desak berharap agar seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil pelajaran berharga dari setiap pengalaman kompetisi untuk memperbaiki sistem dan dukungan di masa mendatang.
Ia mengajak masyarakat serta seluruh elemen pendukung olahraga nasional untuk menghentikan segala bentuk kesalahpahaman yang beredar di ruang publik.
Menurutnya, menjaga semangat kebersamaan dan persatuan merupakan hal krusial demi kemajuan prestasi olahraga Indonesia di masa depan.
Desak meyakini bahwa kolaborasi yang solid antar semua pihak adalah kunci utama agar atlet-atlet Tanah Air terus mampu bersaing dan mengukir prestasi gemilang di panggung dunia.
“Harapan saya, semoga semangat kolaborasi dan saling mendukung terus terjaga sehingga prestasi olahraga Indonesia dapat terus berkembang dan mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia,” tambahnya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam polemik yang sempat memanas di media sosial mengenai makna di balik pernyataan sang atlet setelah meraih emas di Krakow.