

Jakarta – WhatsApp mendapat sorotan setelah rencana peluncuran fitur username memunculkan kekhawatiran soal potensi penipuan dan peniruan identitas, terutama jika nama tokoh terkenal digunakan pihak tak bertanggung jawab.
Mantan eksekutif teknologi sekaligus tokoh YouTube, Anders Larsson, mempertanyakan langsung lewat X bagaimana WhatsApp akan mencegah calon penipu memakai username tokoh terkenal yang memiliki merek dagang terdaftar untuk menipu orang lain saat fitur itu diluncurkan.
Akun resmi WhatsApp membalas bahwa nama tokoh terkenal hanya bisa diklaim pemilik aslinya agar sistem dapat mendeteksi dan menghapus potensi peniruan. WhatsApp juga menyebut kreator, bisnis kecil, dan organisasi bisa mengklaim username mereka yang sudah ada di Instagram atau Facebook ke WhatsApp.
Dalam pernyataan kepada Inc., juru bicara WhatsApp mengatakan pihaknya sudah menahan nama-nama terkenal seperti tokoh publik, lembaga pemerintah, selebriti, serta akun Meta terverifikasi. Nama-nama itu hanya bisa diklaim oleh pemilik asli, sementara nama duplikat yang mirip dengan nama terkenal juga ditahan untuk mencegah peniruan identitas.
Meski begitu, tanda-tanda masalah sudah terlihat. Mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, menulis di X bahwa pada Selasa, 30 Juni 2026, dirinya tidak bisa mengamankan username @cz_binance, yang selama ini ia gunakan di X dan platform lain.
Keluhan serupa juga datang dari pengguna lain yang mengaku username mereka telah dipakai, termasuk mereka yang menyatakan berhasil mengklaim nama-nama terkenal.
Kekhawatiran ini turut mendorong Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY) meminta WhatsApp menunda peluncuran fitur tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan tegas.
MeitY menilai fitur itu berpotensi besar meningkatkan penipuan online, phishing, penipuan penahanan digital, dan serangan peniruan identitas melalui mekanisme yang telah disorot Larsson.