China Pangkas Insentif, Penjualan Mobil Listrik Melorot

insentif pajak dipangkas, pasar mobil listrik china lesu

China – Pemerintah China mulai memangkas skema insentif pemotongan pajak bagi pembeli kendaraan ramah lingkungan, termasuk mobil Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV). Kebijakan baru ini diperkirakan akan mengubah peta persaingan pasar otomotif di negara tersebut.

Sebagai pasar terbesar di dunia untuk kendaraan energi baru, China disebut tengah mengalami penurunan penjualan domestik dalam satu tahun terakhir. Kondisi ini mendorong sejumlah produsen otomotif lokal meningkatkan ekspor model-model baru ke luar negeri.

Penurunan tersebut terlihat dari angka penjualan global yang turun di bawah 1,04 juta unit untuk mobil listrik bertenaga BEV dan PHEV pada Juni lalu.

Sebagai perbandingan, pada Juni tahun lalu penjualan kendaraan listrik sempat naik 7 persen. Namun, tren itu tidak bertahan lama.

Memasuki awal tahun ini, penjualan domestik justru anjlok 13 persen. Total akumulasi penjualan hanya mencapai 4,73 juta unit kendaraan baru sepanjang 2026 berjalan.

Merosotnya penjualan dipicu lemahnya permintaan pasar domestik. Kondisi ekonomi China yang belum stabil membuat banyak konsumen memilih bersikap wait and see sambil menunggu harga lebih miring, di tengah dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik yang terus menyusut.

Pemerintah Tiongkok juga disebut telah memberlakukan penghapusan keringanan pajak penjualan pada kendaraan listrik secara bertahap mulai awal tahun ini.

Rekomendasi