AI Justru Dorong 7 Pekerjaan Ini Makin Diburu Perusahaan

7 pekerjaan ini diprediksi tetap aman dan semakin diburu perusahaan di tengah gempuran ai, gajinya tembus rp50 jutaan

Jakarta – Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengubah wajah dunia kerja. Sejumlah pekerjaan rutin dan administratif mulai terdampak otomatisasi, sementara perusahaan di berbagai sektor semakin banyak mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas.

Namun, tidak semua profesi akan tergantikan. Berbagai laporan World Economic Forum (WEF), PwC, dan lembaga riset ketenagakerjaan menunjukkan ada sejumlah pekerjaan yang diperkirakan semakin dibutuhkan karena menuntut kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, kreativitas, dan interaksi antarmanusia yang belum sepenuhnya bisa digantikan AI.

Profesi-profesi tersebut juga umumnya menawarkan gaji kompetitif. Di Indonesia, banyak di antaranya sudah mampu menghasilkan pendapatan di atas Rp10 juta per bulan, terutama bagi tenaga kerja berpengalaman.

Berikut tujuh pekerjaan yang diprediksi tetap aman sekaligus semakin diburu perusahaan dalam beberapa tahun ke depan:

  1. Spesialis Keamanan Siber (Cybersecurity Specialist)

Di tengah pesatnya penggunaan AI, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Serangan ransomware, pencurian data, hingga penyalahgunaan AI generatif membuat perusahaan membutuhkan lebih banyak tenaga ahli keamanan siber.

Tugas seorang Cybersecurity Specialist bukan hanya memasang sistem keamanan, tetapi juga menganalisis potensi ancaman, melakukan investigasi insiden, hingga merancang strategi perlindungan data perusahaan.

World Economic Forum menempatkan cybersecurity sebagai salah satu keterampilan dengan pertumbuhan tercepat hingga akhir dekade. AI bahkan justru meningkatkan kebutuhan terhadap profesional keamanan yang mampu mengawasi dan mengendalikan sistem berbasis AI.

Estimasi gaji di Indonesia:

  • Junior: Rp8-12 juta/bulan
  • Senior: Rp15-35 juta/bulan atau lebih

  1. AI Engineer dan Machine Learning Engineer

Meski AI mampu mengotomatisasi banyak pekerjaan, teknologi tersebut tetap membutuhkan manusia untuk merancang, melatih, mengevaluasi, dan mengembangkan model AI.

AI Engineer bertanggung jawab membangun solusi berbasis kecerdasan buatan yang digunakan dalam chatbot, sistem rekomendasi, analisis data, hingga otomasi industri.

Permintaan terhadap profesi ini terus meningkat karena hampir semua industri mulai mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis mereka. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa pekerja dengan keterampilan AI memperoleh nilai ekonomi dan peluang karier yang lebih tinggi dibanding banyak profesi lain.

Rekomendasi