Cyber Breaker Season 3 Dorong Talenta Siber dan Industri Digital

cyber breaker season 3 hadirkan cara baru mengenalkan keamanan siber

Jakarta – Penyelenggaraan Cyber Breaker Competition Season 3 mendapat dukungan PT Satria Siber Nusantara sebagai sponsor utama. Dukungan ini memperluas jangkauan program, meningkatkan kualitas penyelenggaraan, sekaligus memperkuat koneksi antara talenta keamanan siber dengan kebutuhan industri.

Keterlibatan PT Satria Siber Nusantara juga mencerminkan pentingnya peran sektor industri dalam mendukung pengembangan talenta, edukasi publik, kompetisi, serta penguatan ekosistem keamanan siber nasional.

Kolaborasi Peris.ai, RRQ, PT Satria Siber Nusantara, pemerintah, komunitas, dan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keamanan siber yang berkelanjutan.

Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3 turut dihadiri para pemangku kepentingan dari pemerintah, industri keamanan siber, esports, komunitas, hingga ekosistem ekonomi kreatif digital.

Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperkuat posisi Cyber Breaker sebagai IP lokal yang memadukan teknologi, kompetisi, konten, komunitas, karakter, identitas visual, dan pengalaman acara.

Sementara itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan pentingnya pengembangan talenta, peningkatan literasi digital, serta kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat keamanan dan ketahanan siber nasional.

Melalui ajang ini, Cyber Breaker menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia digital, kebutuhan industri terhadap talenta keamanan siber, serta kebutuhan komunitas akan wadah pengembangan kemampuan yang legal dan profesional.

Selain pertandingan utama, Grand Final juga menjadi ajang peluncuran Cyber Breaker Bounty – Live Bug Bounty Showcase.

Program ini mempertemukan perusahaan dengan ethical hacker terverifikasi melalui mekanisme responsible disclosure. Seluruh pengujian keamanan dilakukan secara legal, terkontrol, dan hanya pada aset maupun ruang lingkup yang telah disetujui perusahaan.

Ethical hacker yang terlibat juga wajib mengikuti ketentuan mengenai pengujian, pelaporan, dan kerahasiaan yang telah ditetapkan.

Cyber Breaker Bounty memperkenalkan bug bounty sebagai salah satu pendekatan bagi perusahaan untuk menemukan potensi celah keamanan secara fleksibel dan bertanggung jawab. Program ini sekaligus menjadi jembatan antara kompetisi dengan kebutuhan industri.

Talenta yang sebelumnya mengembangkan kemampuan melalui berbagai challenge dan pertandingan dapat mengenal mekanisme pengujian keamanan profesional yang memiliki izin, ruang lingkup, aturan, serta proses pelaporan yang jelas.

Cyber Breaker kini berkembang bukan hanya sebagai kompetisi teknis, tetapi juga sebagai intellectual property sekaligus experience event yang memadukan teknologi, esports, identitas visual, karakter, komunitas, konten, edukasi, dan berbagai aktivasi kreatif.

Pendekatan tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi kreatif digital Indonesia, khususnya pada persimpangan teknologi, cybersecurity, media, hiburan, dan esports.

Cyber Breaker juga membuka peluang kolaborasi melalui sponsorship, pengembangan komunitas, produksi konten, aktivasi merek, hingga pengembangan talenta digital.

Dengan jumlah peserta yang terus meningkat sejak Season 1 hingga Season 3, Cyber Breaker dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi cyber esports intellectual property asal Indonesia dengan jangkauan yang lebih luas.

Rekomendasi