Xhaka Hormati Messi, Swiss Siap Hadapi Sang Juara Bertahan Dunia

c2d0f8fc7ffe1d2e0af75e7eadb128a2.jpg

KANSAS CITY – Ambisi besar kini menyelimuti kubu tim nasional Swiss menjelang laga krusial babak perempat final Piala Dunia 2026 melawan Argentina.

Kapten timnas Swiss, Granit Xhaka, secara terbuka menyatakan rasa hormatnya saat harus kembali berhadapan dengan megabintang Lionel Messi di atas lapangan hijau.

Pertandingan antara Swiss dan Argentina dijadwalkan berlangsung di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB.

Bagi skuad berjuluk La Nati, duel ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan kesempatan emas untuk mencetak sejarah baru dengan melangkah ke babak semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Xhaka mengakui bahwa menghadapi sosok seperti Messi merupakan sebuah kehormatan besar bagi karier sepak bolanya.

“Merupakan sebuah kehormatan bisa bermain melawan Messi,” ujar Xhaka melalui laman resmi FIFA pada Sabtu (11/7/2026).

Namun, gelandang yang kini merumput di Sunderland tersebut menegaskan bahwa rasa hormat tidak akan menyurutkan ambisi timnya untuk menumbangkan sang juara bertahan.

Lionel Messi sendiri saat ini sedang berada dalam performa puncak dengan memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 melalui torehan delapan gol.

Secara keseluruhan, Messi tercatat telah mengumpulkan 21 gol sepanjang sejarah penampilannya di putaran final turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.

Menanggapi tantangan tersebut, Xhaka menekankan bahwa timnya tidak datang ke stadion hanya untuk menjadi penonton bagi kehebatan pemain lawan.

Ia berkomitmen untuk membawa rekan-rekannya memberikan perlawanan maksimal agar mereka dapat meninggalkan lapangan dengan rasa bangga, terlepas dari apa pun hasil akhir pertandingan nanti.

“Kami ingin memberikan segalanya dan memainkan pertandingan yang nantinya bisa kami kenang dengan rasa bangga, apa pun hasilnya,” tutur pemain yang telah mencatatkan 151 penampilan bersama timnas Swiss ini.

Menurut Xhaka, target utama mereka adalah memastikan bahwa setiap pemain telah berjuang sekuat tenaga untuk mencoba mengalahkan Argentina.

Keberhasilan menembus babak perempat final sendiri sudah menjadi torehan bersejarah bagi Swiss, mengingat ini adalah kali pertama mereka mencapai fase delapan besar sejak tahun 1954.

Kepastian tersebut didapat setelah Swiss sukses menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti pada babak 16 besar sebelumnya.

Pelatih timnas Swiss, Murat Yakin, menyadari bahwa Argentina tetap diunggulkan dalam pertandingan ini, namun ia percaya bahwa tim asuhan Lionel Scaloni tersebut memiliki celah yang bisa dimanfaatkan.

Yakin menyoroti perjalanan Argentina di fase gugur yang sempat mengalami kesulitan saat berhadapan dengan tim-tim seperti Tanjung Verde dan Mesir.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya disiplin dalam bertahan serta kekompakan kolektif sebagai senjata utama untuk meredam pergerakan Messi dan rekan-rekannya.

“Hanya ada satu cara untuk mengalahkan Argentina dan Messi, yaitu bermain sebagai sebuah tim,” pungkas Yakin.

Rekomendasi