

Jakarta – Meta menghapus fitur bawaan kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan siapa pun menggunakan postingan Instagram publik sebagai referensi untuk generator gambar berbasis AI. Fitur tersebut sebelumnya menuai kritik karena dianggap mengganggu pengguna.
Pengguna Instagram sempat harus menonaktifkan izin fitur itu secara manual agar konten mereka tidak mudah ditandai dan dipakai dalam pembuatan gambar AI.
Meta disebut telah menghapus fitur tersebut sepenuhnya setelah menerima masukan dari pengguna. Jurnalis teknologi Dylan Byers membagikan pernyataan Meta terkait keputusan itu melalui unggahan di X.
Dalam pernyataannya, Meta menjelaskan salah satu cara pengguna membuat gambar di Meta AI adalah dengan menyebut (@) akun Instagram yang ingin dijadikan referensi.
“Tujuan kami adalah menyediakan fitur kreatif yang bermanfaat serta memberikan kebebasan kepada pengguna atas izin konten publik mereka dapat dijadikan referensi generator gambar AI,” kata Meta.
Perusahaan menegaskan telah menerima masukan bahwa fitur itu tidak sesuai harapan, sehingga kini sudah tidak lagi tersedia.
Di sisi lain, perkembangan AI kini tidak lagi sekadar eksperimen teknologi, melainkan telah menjadi mesin pencetak keuntungan nyata bagi industri periklanan.
Dalam ajang Cannes Lions 2026, Meta mengumumkan rangkaian inovasi AI terbaru yang dirancang untuk mendorong kreasi iklan, mempererat kolaborasi kreator, sekaligus meningkatkan laba atas investasi atau Return on Investment (ROI) pengiklan.
Data terbaru dari analisis berskala besar terhadap lebih dari 1 juta kampanye iklan menunjukkan hasil yang mencolok.
Rata-rata, setiap USD 1 yang dikeluarkan pengiklan di platform Meta mampu menghasilkan pendapatan senilai USD 4,13 atau sekitar Rp 73.765,92 dengan kurs Rp 17.861. Efisiensi ini naik 25 persen dibandingkan performa pada 2022.
Melihat potensi itu, Meta memperkenalkan solusi kreatif end-to-end yang dapat mempelajari identitas dan karakter unik sebuah brand.
Melalui ruang khusus strategi kreatif, tim kreator dan media kini bisa mengolah data kampanye menjadi langkah taktis secara real-time. Dengan begitu, setiap keputusan kreatif diambil berdasarkan data performa yang terbukti, bukan lagi sekadar asumsi.
Teknologi ini juga disiapkan untuk langsung digunakan oleh agensi besar. Meta bekerja sama dengan WPP untuk mengintegrasikan sistem tersebut ke dalam platform WPP Open.
Selain itu, Meta menyempurnakan Ads Manager dengan meluncurkan fitur pembuat teks otomatis pada gambar iklan serta alat penerjemah multimedia yang kini resmi mendukung bahasa Indonesia.