

Los Angeles – Jauh sebelum istilah cybersecurity menjadi pembahasan sehari-hari, dunia sudah mengenal Kevin Mitnick, hacker asal Amerika Serikat yang pada era 1990-an dijuluki sebagai salah satu buronan siber paling terkenal dalam sejarah.
Aksi-aksinya yang berani menembus sistem komputer perusahaan besar, ditambah kemampuannya mengelabui orang melalui teknik social engineering, membuat Mitnick menjadi legenda di dunia keamanan siber. Selama lebih dari dua tahun, ia berhasil menghindari kejaran aparat penegak hukum sebelum akhirnya ditangkap FBI pada 1995.
Meski sempat menjadi simbol kejahatan siber, perjalanan hidup Mitnick justru berakhir dengan cara yang tidak banyak diperkirakan. Setelah menjalani hukuman penjara, ia bertransformasi menjadi konsultan keamanan siber yang membantu perusahaan dan lembaga pemerintah memperkuat sistem pertahanan digital mereka.
Kevin David Mitnick lahir di Los Angeles pada 6 Agustus 1963. Ketertarikannya terhadap teknologi muncul sejak usia muda. Awalnya ia dikenal gemar mengeksplorasi sistem telepon atau phone phreaking, sebelum akhirnya beralih ke dunia komputer.
Berbeda dengan gambaran hacker modern yang mengandalkan malware canggih, Mitnick lebih sering memanfaatkan kelemahan manusia. Ia piawai menggunakan teknik social engineering, yakni memanipulasi korban agar secara sukarela memberikan informasi penting seperti kata sandi atau akses ke jaringan perusahaan.
Teknik tersebut membuatnya mampu memperoleh akses ke berbagai sistem tanpa harus selalu mengandalkan eksploitasi teknis yang rumit.
Pada puncak aksinya, Mitnick diketahui berhasil menyusup ke sistem sejumlah perusahaan teknologi ternama, termasuk Motorola, Nokia, Sun Microsystems, hingga beberapa jaringan telekomunikasi.
Pihak berwenang menuduh aktivitasnya menyebabkan kerugian jutaan dolar akibat pencurian perangkat lunak, akses ilegal, dan gangguan terhadap sistem komputer.
Nama Mitnick pun menjadi sangat terkenal di media Amerika Serikat. Ia disebut sebagai salah satu hacker paling dicari oleh FBI pada masanya.
Setelah melanggar masa percobaan atas kasus sebelumnya, Mitnick menghilang dan hidup menggunakan identitas palsu selama lebih dari dua tahun.
FBI melakukan pelacakan intensif terhadap aktivitas elektroniknya. Operasi tersebut menjadi salah satu perburuan siber paling terkenal pada dekade 1990-an.