Chery Tegaskan Kain Perca Picu Tiggo Cross CSH Terbakar

hasil investigasi penyebab chery tiggo cross csh terbakar di bandung

Bandung – PT Chery Sales Indonesia (CSI) menegaskan kebakaran Tiggo Cross CSH di Bandung, Jawa Barat, bukan disebabkan oleh kerusakan komponen kendaraan, melainkan kain perca yang tersangkut di bagian bawah mobil.

Head of Brand and Marketing Chery Business Unit, Arthur Panggabean, mengatakan hasil investigasi perusahaan menemukan sisa kain perca di area bawah lower arm kendaraan.

Menurut dia, material itu menjadi pemicu utama munculnya api karena berada di area bersuhu sangat tinggi.

“Memang dari investigasi yang dilakukan, kain inilah yang menjadi media atau menjadi sumber penyebab akhirnya terbakar dengan lebih cepat karena suhu yang sangat tinggi. Nah, itu yang sebenarnya menjadi sebab utama mengakibatkan semua kebakaran yang terjadi,” ujar Arthur di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026).

Arthur juga meluruskan anggapan bahwa kendaraan tersebut hangus terbakar seluruhnya.

Ia menyebut api hanya muncul di bagian depan mobil, tepatnya pada ruang mesin.

“Sebenarnya kondisi mobilnya sendiri terbakar di bagian depannya, terbakar di bagian engine bay-nya, di manifold exhaust-nya, dan tidak merembet lebih jauh daripada itu, karena memang penanganan dari teman-teman pemadam kebakaran sangat cepat,” ujarnya.

“Dan juga dari tim CSI, begitu mendapatkan laporan dan mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari konsumennya juga, kita juga langsung turun tangan mengatasi dan mengamankan mobil tersebut ke daerah yang lebih aman,” tambah Arthur.

Terkait asal-usul kain perca, Arthur mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut.

Namun, dugaan terkuat saat ini adalah kain itu tersangkut saat mobil digunakan konsumen dalam perjalanan, bukan berasal dari proses produksi maupun komponen kendaraan.

“Sebenarnya kalau asal-muasal dari kain perca itu sendiri masih ada beberapa dugaan kuat atau beberapa kecurigaan kuat. Tapi salah satu yang paling memungkinkan adalah memang kain perca itu tertangkap atau tersangkut dari perjalanan yang dilakukan oleh konsumen. Kurang lebih ya baru itu yang bisa kita sampaikan saat ini,” ungkapnya.

Rekomendasi