

Surabaya – Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa hasil imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga 99th Anniversary Game bukan menjadi tolok ukur utama bagi timnya.
Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu (19/7/2026) sore WIB.
Meski Green Force sempat unggul dua kali melalui gol yang dicetak Alex Martins dan Yann Mabella, PSIS Semarang mampu memberikan perlawanan sengit hingga skor berakhir imbang.
Bernardo Tavares menyatakan bahwa fokus utamanya dalam pertandingan ini adalah memberikan kesempatan bermain kepada seluruh penggawa tim.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, laga pramusim merupakan momentum krusial untuk menguji kesiapan mental pemain di bawah tekanan penonton.
“Kami sengaja memberi menit bermain kepada banyak pemain,” ujar Tavares pada Senin, 20 Juli 2026.
Dia menilai bahwa atmosfer pertandingan sesungguhnya sangat berbeda dibandingkan dengan sesi latihan rutin.
“Bermain di latihan tentu berbeda dengan tampil di depan ribuan suporter,” lanjutnya.
Tavares mengaku ingin melihat secara langsung bagaimana reaksi anak asuhnya ketika harus menghadapi tekanan di lapangan.
Secara keseluruhan, pelatih berusia 46 tahun itu merasa cukup puas dengan agresivitas yang ditunjukkan para pemain selama pertandingan berlangsung.
Namun, ia secara terbuka mengakui bahwa masih terdapat celah di lini belakang yang perlu segera diperbaiki.
“Kami mampu menciptakan banyak peluang,” ungkap mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Di sisi lain, ia menyoroti kesalahan-kesalahan elementer yang menyebabkan timnya harus kebobolan dua gol.
“Masih ada kesalahan yang membuat kami kebobolan,” tegasnya.
Tavares menjadikan catatan tersebut sebagai bahan evaluasi mendalam sebelum kompetisi resmi musim 2026/2027 dimulai.
Selain sektor pertahanan, efektivitas di sepertiga akhir lapangan juga menjadi perhatian serius bagi tim pelatih.
Tavares menilai bahwa penyelesaian akhir pemainnya masih belum maksimal meskipun mereka kerap mengancam gawang lawan.
“Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol,” ujar Tavares.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas dalam penyelesaian peluang akan menjadi agenda utama dalam latihan ke depan.
Bagi Tavares, hasil akhir di papan skor bukanlah prioritas utama dalam masa persiapan pramusim ini.
Ia meyakini bahwa waktu yang tersisa sebelum liga bergulir cukup untuk membenahi segala kekurangan yang ada.
Tim pelatih berkomitmen untuk terus mematangkan strategi agar Persebaya tampil lebih stabil saat kompetisi resmi dimulai nantinya.
Laga melawan PSIS Semarang ini menjadi refleksi penting bagi seluruh pemain untuk meningkatkan konsentrasi selama 90 menit pertandingan.
Evaluasi ini diharapkan mampu membawa Persebaya mencapai performa puncak saat menghadapi laga-laga kompetitif di masa depan.